Minggu, 31 Agustus 2025

Rindu Ibunya yang Susah Dihubungi di Medan, Siswi SMA Nekat Terjun dari Jembatan Mojokerto

DF terjun dari ketinggai 10 meter ke Sungai Ngotok anak Kalibrantas pada Minggu (25/10/2020) malam

Editor: Ifa Nabila
Pixabay.com
Ilustrasi terjun 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang siswi SMA berinisial DF (18) nekat terjun dari Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Siswi kelas XII itu mengaku rindu pada ibunya di Medan, sedangkan sang ibu sulit dihubungi.

DF terjun dari ketinggai 10 meter ke Sungai Ngotok anak Kalibrantas pada Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 18.45 WIB.

Baca juga: Dua Kakak Kandung Bunuh Adik Umur 16 Tahun, Alasan Malu Adiknya Berhubungan di Luar Nikah

Baca juga: Lansia Nekat Terjun dari Lantai 5 RS Tarakan gara-gara Sakit Stroke, Sempat Masih Bernapas

Siswi asal Mojokerto tersebut berhasil diselamatkan dan dievakusi ke RSUD de Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Saat dievakuasi korban sempat tak sadarkan diri dan mengalami lecet di bagian tangan.

Rindu ibu yang ada di Medan

Kapolsek Prajuritkulon Kompol M Sulkan mengatakan motif DF loncat dari jembatan karena persoalan keluarga.

DF selama ini tinggal di Kota Mojokerto bersama saudaranya.

Baca juga: POPULER Pria Bunuh Selingkuhan setelah Hubungan Intim | Rumah Kades Dihancurkan Preman, Warga Takut

Sementara sang ibu menikah lagi dan menetap di wilayah Medan.

DF mengaku rindu dengan orangtuanya dan saat dihubungi, nomor ponsel ibu kandungnya yang di Medan tak aktif.

"Informasinya, anak ini membandingkan dengan temannya yang bisa berkumpul dengan orangtuanya sedangkan korban tidak. Korban rindu sama orangtuanya dan sempat komunikasi dengan ibunya namun sekarang sudah tidak bisa dihubungi," ujar dia dilansir dari Tribunjatim, Senin (26/10/2020).

Korban pun merasa putus asa karena keinginannya untuk mengunjungi ibunya di Medan tak bisa dipenuhi karena lokasinya jauh.
Apalagi, korban sudah berulang kali menghubungi ibunya melalui sambungan telepon namun tidak terhubung.

"Korban ingin mengunjungi ibunya tapi komunikasi dengan bersangkutan sudah putus dan nomor handphone juga tidak aktif diduga mengakibatkan korban berpikiran buntu judek sehingga diduga memicu perbuatan yang mencelakai dirinya sendiri," kata dia.

"Jadi, anak itu rupanya kangen dengan ibu kandungnya yang kini berada di Medan, namun tidak kesampaian diduga yang memicu korban nekat loncat dari atas Jembatan Rejoto," jelasnya.

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, DF diperbolehkan pulang Korban kini diasuh oleh pihak keluarga perempuan yang berjanji menjaga dan mengawasi agar DF tidak melakukan hal yang sama.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan