Karyawan Perusahaan Tambang Gantung Diri di Samarinda, Baru 2 Hari Menikah
Korban ditemukan di sebuah pohon di area Kompleks Pergudangan depan Kantor Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU), Samarinda
Editor:
Eko Sutriyanto
Reporter TribunKaltim.co mencoba mencari tahu dan menghimpun informasi dari beberapa pihak termasuk keluarga korban.
Baca juga: Kisah Guru Honorer di Samarinda, Jalan Kaki Lewat Hutan Demi Mengajar, Banyak Hewan & Medan Sulit
Dijelaskan seorang sumber terpercaya yakni Morgan, sepupu dari istri Bulewong.
1. Baru 2 Hari Menikah
Almarhum mempersunting Nadia (20) yang juga tetangga satu kampungnya, Desa Salutiwo, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (30/10/2020) malam tepat pukul 19.00 Wita.
Beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa, Morgan juga mengetahui almarhum telah memeluk agama Islam sebelum melangsungkan pernikahan.
"Sebelumnya dia (Bulewong) memang beragama non-muslim.
Siang seusai salat Jumat dia baru berpindah agama sebelum menikah pada malam harinya," ungkap Morgan (47), saat ditemui di kediamannya Jalan Revolusi 2, Gang 15, RT 8, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Minggu (1/11/2020).
Sambil menunjukkan bukti secarik kertas seperti sertifikat yang tertulis pernyataan berpindah agama, tertera nama Bulewong dan dikeluarkan oleh pengurus Masjid Islamic Center, Kota Samarinda.
Morgan melanjutkan penuturannya.
Setelah almarhum resmi menjadi mualaf, memeluk agama islam, di kediamannya lah almarhum dan sepupunya melangsungkan pernikahan siri tanpa hadirnya kedua orangtua mereka masing-masing.
"Saya sebelumnya bertanya pada dia (almarhum), apakah mendapat restu dari orangtua.
Dan dijawab olehnya, bahwa pihak keluarganya sepenuhnya menyerahkan kepada dia. Sebab itulah almarhum berpindah agama sebelum melangsungkan pernikahan," tutur Morgan.
Sikap Bulewong saat itu membuat Morgan berpikir ada yang ganjil dan tidak beres.
Baca juga: Terbawa Arus Laut, Mayat Balita Malaysia Ditemukan di Pulau Sebatik Nunukan
Kecurigaan Morgan makin menjadi ketika Bulewong berpamitan usai melangsungkan pernikahan, seperti orang yang sedang gelisah.
Tepat pukul 21.00 Wita Bulewong berpamitan, hingga dini hari pukul 01.00 Wita barulah kembali ke rumah.