Bu Guru Ngaji Dibunuh Setelah Pulang dari Acara Maulid di Bogor, Pelaku Intai Korban Sebelum Beraksi
AM (28) seorang wanita yang berprofesi sebagai guru ngaji di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dibunuh tetangganya setelah pulang dari acara Maulid Nabi
Editor:
Adi Suhendi
Kadek juga mengatakan pelaku tidak melakukan pemerkosaan, hanya membabi buta karena sakit hati.
Sementara temuan mayat korban dalam kondisi tanpa busana, hal itu dikarenakan pakaian korban lepas dan tertinggal di dalam sumur saat dievakuasi.
"Pengakuan pelaku tidak ada (pemerkosaan)," katanya.
Baca juga: Pesan Terakhir Bu Guru Ngaji di Bogor Sebelum Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Dalam Sumur
Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan ibu guru ngaji inisial AM (28) yang ditemukan membusuk dalam sumur di Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (4/11/2020) sekira pukul 07.00 WIB.
Kemudian, polisi datang satu jam kemudian setelah menerima laporan.
Jasad korban baru dievakuasi sekitar jam 11.00 WIB setelah polisi melibatkan personel dari Damkar Kabupaten Bogor.
Korban diangkat dan dievakuasi dari dalam sumur menggunakan alat khusus.
Sebelum korban ditemukan tewas, korban sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Minggu (1/11/2020) malam.
Dimakamkan di kampung halaman
Isak tangis mewarnai saat jenazah guru ngaji AM (28) dibawa ke kampung halamannya di Wonorejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah untuk dimakamkan.
Diketahui, AM ditemukan tewas dalam sumur di Kampung Lingkungan II Citatah Dalam, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11/2020).
"Kami akan bawa jenazah ke kediaman di sana (Purworejo), mau disemayamkan di sana, usai disalatkan di sini," kata Ibunda Almarhum, Istiqomah (55) yang masih dalam suasana duka kepada wartawan di Cibinong, Selasa (3/11/2020) malam.
Istiqomah mengatakan bahwa almarhum merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Baca juga: Kejanggalan Kasus Kematian Guru Ngaji di Bogor, Petugas Ungkap Kondisi Jasad Korban dalam Sumur
Almarhum meninggalkan suami dan dua anak perempuan yang masih kecil.
Menurut seorang tetangga korban, Anam (50) korban sudah menjadi warga Cibinong dan tinggal di Cibinong Bogor sekitar enam tahun lamanya.