Breaking News:

Rekannya Ditembak dan Ditangkap Polisi, Pembunuh Ini Takut Lalu Serahkan Diri

Seorang pelaku pembunuhan bernama Melki Moses Lodo alias Eki Lodo (27) menyerahkan diri ke Direktorat Reskrimun Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

wytv.com
Seorang pelaku pembunuhan bernama Melki Moses Lodo alias Eki Lodo (27) menyerahkan diri ke Direktorat Reskrimun Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pelaku pembunuhan bernama Melki Moses Lodo alias Eki Lodo (27) menyerahkan diri ke Direktorat Reskrimun Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia memutuskan untuk menyerahkan lantaran takut setelah mendengar kabar temannya ditembak dan ditangkap polisi.

Eki adalah warga Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Eki merupakan pelaku utama pembunuhan Vinsensius Virgilio Belo Nowea alias Amir (20) pada 4 Oktober 2020.

Eki mengaku menyerahkan diri pasca-mendapat kabar bahwa rekannya, Ferdinan Sine ditangkap polisi di Kabupaten Rote Ndao dan dilumpuhkan dengan tembakan.

"Saya takut setelah mendapat informasi kalau Ferdinan Sine sudah ditangkap polisi," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Mapolda NTT, Jumat (20/11/2020).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johanes Bangun mengatakan, hingga saat ini sudah lima pelaku kasus pembunuhan yang ditangkap polisi.

Baca juga: Fakta 7 Rumah Dibakar Massa: Diduga Tersulut Dendam hingga Blokade Jalan, 13 Provokator Diamankan

Baca juga: Terkait Kasus Pembunuhan yang Picu Pembakaran 7 Rumah Warga, Seorang Pemuda Menyerahkan Diri

Para pelaku, yakni Aprison Kristofel Sine alias Son, Evan da Costa alias Evan, Yusuf Dedi Loin alias dedi, Ferdinan Sine alias Ferdinan, dan Melki Moses Lodo alias Eki.

Eki yang merupakan pelaku utama kasus pembunuhan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pendalaman dan pemeriksaan.

Eki dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Halaman
12
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved