Senin, 1 September 2025

VIRAL Bayi Berkepala Lonjong akibat Vakum, Dokter: Tak Perlu Menekan atau Oles Ramuan

Sebuah video menunjukkan bayi berkepala lonjong akibat vakum, viral di media sosial. Dokter pun memberikan penjelasannya.

https://www.instagram.com/makassar_iinfo/
Sebuah video menunjukkan bayi berkepala lonjong akibat vakum, viral di media sosial. Dokter pun memberikan penjelasannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter spesialis kandungan, dr. Huthia Andriyana, SpOG memberikan penjelasan terkait video viral kepala bayi jadi lonjong karena alat vakum.

Ia mengatakan, kepala bayi lonjong bisa terjadi saat proses persalinan tidak hanya menggunakan alat vakum.

"Dengan persalinan normal tanpa bantuan alat bisa terjadi benjolan di kepala bayi, biasanya karena proses persalinan yang lama atau ibu sulit mengejan," urainya kepada Tribunnews, Jumat (8/1/2021).

Huthia kemudian menguraikan fungsi dari alat vakum dalam proses persalinan.

Terdapat sejumlah alasan kenapa alat tersebut digunakan.

Baca juga: Viral Kisah Siswa SMK Punya Sampingan sebagai MUA, Akui Sempat Dipandang Sebelah Mata oleh Keluarga

Baca juga: Viral Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sikabaluan Mentawai, BPBD Setempat Ungkap Fakta

Misal ibu tidak kuat mengejan, persalinan sudah berlangsung cukup lama namun bayi tidak kunjung lahir, kontraksi rahim kurang, maupun kondisi detak jantung janin menurun (gawat janin).

"Sehingga kelahiran bayi harus dipercepat," ujar perempuan yang juga menjabat Co-founder Klinik Bunda Sehat ini.

Apa Bahayanya Ibu Hamil Memaksakan Diri untuk Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter Huthia Andriyana
dr. Huthia Andriyana, SpOG (Tangkap layar channel YouTube Tribunnews)

Huthia melanjutkan penjelasannya.

Dampak penggunakan alat vakum satu contohnya akan ada benjolan di kepala bayi karena proses penarikan.

Selain itu, robekan jalan lahir juga bisa terjadi saat memakai alat vakum dalam proses persalinan.

Dampak robekan dapat diatasi dengan jahitan seperti persalinan pada umumnya.

Sedangkan untuk benjolan akan kembali normal.

Huthia menyarankan untuk langkah penangan, cukup dilakukan observasi dengan melakukan kontrol ke dokter anak secara berkala.

"Biasanya dalam 2 minggu, pelan-pelan sudah mulai normal. Tidak perlu menekan-nekan, membebat kepala bayi atau mengoleskan cairan serta ramuan tertentu."

"Proses ini biasanya akan membaik secara perlahan, jadi selama bayi kondisinya masih baik, tidak ada kejang, cukup diobservasi saja," tutupnya.

Baca juga: Viral 7 Siswi Membully Cewek di Gresik Karena Jalan dengan Cowok

Baca juga: Viral Siswa SMK Kerja Sampingan jadi MUA, Pernah Terima Job Wedding Saat Hari Masuk Sekolah

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan