Breaking News:

Amankan Bandar Narkoba, Satuan Narkoba Polres Bengkulu Temukan Inex dan 300 Gram Sabu dari Aceh

Berdasarkan keterangan tersangka bahwa sabu tersebut berasal dari Aceh dimana tersangka sendiri yang mengambil ke Aceh

ist
Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkulu berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkoba dengan mengamankan satu orang tersangka yang diduga bandar berinisial DO (40) warga Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong Kota Bengkulu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkulu berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkoba dengan mengamankan satu orang tersangka yang diduga bandar berinisial DO (40) warga Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong Kota Bengkulu.

Hal itu disampaikan Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kasat Resnarkoba Iptu Samson Sosa Hutapea kepada Tribunnews.com, Jumat (15/1/2021).

“Pada hari Minggu , 10 Januari 2021 sekitar pukul 18.30 WIB malam Sat Narkoba Polres Bengkulu melakukan kegiatan penyelidikan kemudian melakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku dengan inisial DO,” ujar Iptu Samson Hutapea.

DO ditangkap pada Minggu, (10/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB di salah satu kontrakan di Jalan Cempaka Kebun Beler Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu. Dari penangkapan itu anggota Sat Narkoba Polres Bengkulu menemukan tas milik tersangka yang berisi narkoba.

Dari penangkapan DO, Polisi menyita narkoba jenis sabu asal Aceh seberat 300 gram (3 ons) dan 12 inex/ekstasi.

Baca juga: Butuh Uang untuk Beli Narkoba, Ibu di Medan Nekat Jual Anak Kandung ke Pria Hidung Belang

Selain menyita narkoba dari tangan pelaku juga diamankan sejumlah barang bukti antara lain 1 unit timbangan digital, 6 unit handphone berbagai merk, 1 buah dompet,ATM, plastik klip, tas sandang serta uang tunai Rp. 2 juta.

“Adapun saat digrebek ditemukan tas sandang warna hitam yang berisi narkoba atau sabu seberat 300 gram ya kalau dirupiahkan sekitar Rp 400 juta lah dan inex ada 3 warna yakni warna biru, coklat muda dan pink sebanyak 12 butir, uang Rp.2 juta, dompet, ATM, timbangan digital dan handphone ada 6,” jelasnya.

Dia menjelaskan lebih lanjut, berdasarkan keterangan tersangka bahwa sabu tersebut berasal dari Aceh dimana tersangka sendiri yang mengambil ke Aceh.

Tersangka DO juga telah menjadi target jajaran Sat Narkoba Polres Bengkulu di tahun sebelumnya namun baru bisa kita tangkap saat ini, pungkas Kapolres.

Atas perbuatan tersangka penyidik Sat Narkona Polres Bengkulu menjeratnya dengan pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved