Breaking News:

Program Revolusi Pertanian 4.0, Ridwan Kamil Cari 5.000 Anak Muda yang Mau Jadi Petani Milenial

Gubernur Jawa Barat membuka lapangan pekerjaan bagi para milenial yang ingin menjadi petani dan mensukseskan revolusi pertanian 4.0 di Jawa Barat.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Gubernur Jawa Barat membuka lapangan pekerjaan bagi para milenial yang ingin menjadi petani dan mensukseskan revolusi pertanian 4.0 di Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan inovasi baru pertanian yang memanfaatkan teknologi sehingga tidak terpengaruh oleh cuaca.

Menurutnya dengan teknologi baru ini dapat meningkatkan produksi pertanian di Jawa Barat karena bisa bercocok tanam tanpa terkendala cuaca.

Hal itu diungkapkannya saat meresmikan smart green house di Wanaraja Garut.

"Saya Indonesiakan sebagai pertanian infus untuk tanaman di green house. Kenapa green house karena tidak terpengaruh oleh perubahan iklim sehingga bercocok tanam bisa 12 bulan. Konvesional 9 bulan dan 3 bulannya karena kekeringan atau cuaca," ujarnya dilansir dari Instagram @ridwankamil.dll pada Rabu (27/1/2021).

Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dengan inovasi ini dapat membuka lapangan pekerjaan bagi para milenial.

Bahkan 5000 lapangan pekerjaan sudah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi milenial yang ingin menjadi petani.

Baca juga: Ridwan Kamil Dorong Jurnalis Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Baca juga: Ridwan Kamil dan Sandi Bahas Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat

Pemprov Jabar telah menyiapkan modal dan lahan bagi para milenial yang ingin menjadi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Barat.

"Dengan teknologi ini produktifitas naik, pendapatan naik dan inilah masa depan Indonesia. Kami butuhkan anak-anak muda yang bertani seperti ini yang kita sebut dengan petani milenial."

"Februari akan kita launching, Jawa Barat akan butuh tahun ini 5000 petani milenial dengan cara begini dimodalin oleh kami, tanahnya oleh kami dari provinsi. Anda para milenial tinggal berkeringat dan mau bekerja sebagai petani."

"Tinggal di desa rejeki kota bisnis mendunia," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved