Breaking News:

Imbas Banjir, 2.882 Warga Pekalongan Mengungsi

Ada 60 dapur umum yang telah didirikan oleh dinas sosial, TNI, Polri, Brimob bersama komunitas pekalongan tanggap maupun dapur umum oleh masyarakat

Instagram/ Tribun Solo
Suasana banjir berwarna merah di Pekalongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Indra Dwi Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Kota Pekalongan, Jawa Tengah diguyur hujan dengan instensitas tinggi selama sepekan dan mengkibatkan kota batik dikepung air banjir .

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan, bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan mengakibatkan 22 kelurahan terendam banjir.

"Dari 27 kelurahan yang ada di empat kecamatan, ada 22 kelurahan terdampak banjir.

Ada 2.882 jiwa mengungsi di 47 titik pengungsian," kata Wali Kota Pekalongan Saelany kepada Tribunjateng.com, Senin (8/2/2021).

Selain itu juga, sudah ada 60 dapur umum yang telah didirikan oleh dinas sosial, TNI, Polri, Brimob bersama komunitas pekalongan tanggap maupun dapur umum yang didirikan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Baca juga: Banjir di Pekalongan, Air Genangannya Warna Merah, Warga Ungkap Kecurigaannya

Pihaknya menambahkan, penyebab banjir di Pekalongan ini disebabkan karena luapan air sungai dan rob.

"Sampai hari ini juga masih turun hujan dan dalam sejarah dikatakan banjir kali ini termasuk terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha mengatakan, intensitas curah hujan yang masih tinggi sejak Sabtu (6/2/2021) hingga sekarang mengakibatkan ketinggian air banjir rata-rata mencapai 60 cm hingga 100 cm.

"Kami sampaikan memasuki hari ke tiga banjir di Kota Pekalongan, terpantau cuaca hingga saat ini masih ekstrem. Sampai hari ini pengungsi ada 2.882 jiwa."

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved