Breaking News:

Pengakuan Orang Tua Keluarkan Rp 400 per Bulan untuk Beli Kuota Belajar Daring Anaknya: Saya Tekor

Orang tua siswa sebuah SMP Negeri di Kota Semarang, Naili Anisatur R mengeluh dengan proses pembelajaran secara daring.

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi pembelajaran daring - Pengakuan Orang Tua Keluarkan Rp 400 per Bulan untuk Beli Kuota Belajar Daring Anaknya: Saya Tekor 

Ia mengatakan, kuota internet dibutuhkan karena memang proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan dilakukan jarak jauh yaitu secara daring.

Jika nanti pembelajaran sudah dilakukan tatap muka, maka kebutuhan tersebut tidak diperlukan lagi.

"Untuk pelaksanaan tatap muka, kita menunggu izin gubernur. Jika sudah diizinkan, kita mulai secara bertahap," tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, pun tak bisa berbuat banyak terkait belum cairnya bantuan kuota internet. Pasalnya bantuan tersebut merupakan kebijakan pusat.

"Ya kita tunggu saja. Jika ada bantuan, itu lebih baik. Apapun kondisinya, pembelajaran harus tetap jalan. Jangan sampai tidak ada pembelajaran sama sekali," tambahnya.

Tunggu Dana BOS

Terkait penggunaan dana BOS untuk bantuan kuota internet siswa, Kepala SMPN 15 Kota Semarang, Setyo Budi mengatakan, hingga saat ini dana BOS 2021 belum ada pencairan. Sehingga, pihak sekolah sendiri mengalami kekosongan anggaran.

Jika dana BOS tersebut sudah dicairkan, Setyo memastikan akan menyalurkan kepada siswa. Sehingga beban orang tua terkait kuota internet bisa terkurangi.

"Gimana mau memberi bantuan internet kalau dana BOS saja belum cair. Kami sendiri juga masih menunggu pencairannya," kata Setyo kepada Tribun Jateng, Jumat (26/2/2021).

Setyo mengatakan, ia mengetahui jika bantuan kuota internet dari pusat pada 2021 ini belum ada.

Kendati demikian, pihaknya juga tidak bisa memberikan bantuan apapun. Selain dana BOS yang belum cair, kas keuangan sekolah juga sedang kosong.

Ia memaparkan, bantuan kuota internet kepada siswa pernah dilakukan di masa awal pandemi. Bantuan dari sekolah dihentikan seiring adanya bantuan kuota dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca juga: Menkes Janji Siapkan Fasilitas Kesehatan Jika Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Dilakukan

"Kemungkinan dana BOS baru turun pada Maret depan. Jika dana BOS turun dan bantuan kuota internet dari pusat belum ada, kami akan langsung alokasikan," jelasnya.

Untuk sementara ini, ia meminta kepada orang tua untuk menggunakan uang pribadi guna membeli kebutuhan kuota paket data internet. Jika ada kendala karena tidak bisa membelinya, ia mempersilakan siswa untuk datang ke sekolahan mengikuti pembelajaran secara luring.

"Kalau kesulitan, kami persilakan datang ke sekolah, asal dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi kami tidak mengundang ya, hanya mempersilakan," sambungnya.

Kepala SMPN 1 Kota Semarang, Nining Sulistyaningsih, mengatakan pihak sekolah tidak bisa memberikan bantuan kepada siswa karena tidak ada dana. Sementara dana BOS dari pusat juga belum diterima.

"Dana di sekolah adanya ya dana bos. Tapi sampai sekarang belum cair," ucapnya singkat.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Orangtua Siswa Tekor Beli Kuota Internet untuk Pembelajaran Daring

(Tribunjateng.com/ m zaenal arifin)

Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved