Breaking News:

Kasus Pelemparan Pabrik Tembakau, 4 IRT Sujud Syukur Saat Hakim Membebaskan Mereka dari Dakwaan

Putusan tersebut disambut gembira para terdakwa, keluarga, dan kuasa hukum empat ibu rumah tangga tersebut.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Ketua Majelis Hakim PN Praya Asri SH (tengah) membacakan keputusan pengadilan, Senin (1/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK TENGAH - Pengadilan Negeri (PN) Praya membebaskan empat ibu rumah tangga warga Desa Wajageseng, Kopang, Lombok Tengah dari segala dakwaan.

Hal itu diputuskan setelah majelis hakim PN Praya menerima semua eksepsi atau keberatan tim hukum terdakwa, dalam sidang pembacaan putusan sela, Senin (1/3/2021).

Putusan tersebut sekaligus menjadi putusan akhir.

Sehingga jaksa penuntut umum tidak bisa lagi mengajukan berkas perkara ke pengadilan.

"Menurut majelis hakim surat dakwaan jaksa penuntut umum harus batal demi hukum," kata Ketua Majelis Hakim PN Praya Asri SH, dalam sidang, Senin (1/3/2021).

Majelis hakim menilai, jaksa penuntut umum tidak mengurai dengan cermat mengenai tindak pidana yang dilakukan para terdakwa.

"Maka menurut majelis hakim surat dakwaan jaksa penuntut umum harus batal demi hukum," tegasnya.

Karena semua eksepsi kuasa hukum diterima, maka pemeriksaan perkara dihentikan.

"Berkas perkara dikembalikan kepada jaksa penuntut umum," katanya.

Baca juga: Perjalanan Kasus Pelemparan Pabrik Tembakau di Lombok, Bahagianya Martini Cs Kini Tak Lagi Ditahan

Baca juga: 4 Ibu-ibu dan 2 Balita Dipenjara Gara-gara Dituduh Lempar Batu ke Pabrik Tembakau, Ini Kronologinya

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved