Terduga Pimpinan Aliran Sesat di Kota Banjarbaru Menghilang Sebelum Dimintai Keterangan MUI Setempat
Nur Syahid mengatakan Arbain yang asli warga Kotabaru ini dalam pengajiannya setiap Rabu malam mengaku menerima Wahyu dari Allah
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Terduga pimpinan pengajian aliran sesat di kawasan Landasan Ulin Banjarbaru, Arbain melarikan diri sebelum dimintai keterangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarbaru.
Saat beberapa kali ditemui di rumahnya, di Jalan Kurnia Kilometer 23 Landasan Ulin, Arbain sudah tidak ada lagi di tempat.
"Pihak Kemenag dan MUI Banjarbaru berniat mengklarifikasi soal laporan masyarakat yang resah dengan ajarannya namun keburu kabur," kata Ketua MUI Banjarbaru KH Nur Syahid Ramli Selasa (30/3/2021) siang.
Nur Syahid pun mengaku tidak mengetahui kemana keberadaan Arbain saat ini namun surat pemanggilan sudah dititipkan ke RT setempat.
Mengenai dugaan aliran yang diajarkan Pria Kotabaru itu, Nur Syahid mengatakan Arbain yang asli warga Kotabaru ini dalam pengajiannya setiap Rabu malam mengaku menerima Wahyu dari Allah.
Baca juga: Modus Menawarkan Pijat saat Korban Cedera, Guru Olahraga di Banjarbaru Lecehkan Muridnya
Selain itu dalam dua kalimat syahadat dia menambahkan namanya disebut selain Allah SWT dan Muhammad SAW.
"Jadi ujungnya ditambah nama Arbain sebagai penerima wahyu Allah," sebut Nur Syahid.
Ajaran inilah yang diduga menyimpang sehingga sebagian warga yang ikut pengajian melaporkan ke MUI Banjarbaru karena tidak sesuai dengan syariat Islam.
Bagaimana dengan para pengikutnya, Nur Syahid mengaku semenjak Arbain menghilang hingga satu bulan terakhir ini tidak ada lagi pengajian lanjutan atau pengganti Arbain.
Baca juga: Meninggal Akibat Covid-19, Video Pesan Wali Kota Banjarbaru Terkait Corona Viral di Media Sosial
"Kami berharap pengikutnya kembali ke ajaran Islam yang benar. Bagi yang ingin lebih dalam bisa datang langsung ke MUI konsultasi kan," tambah dia.
Nur Syahid pun meminta MUI kecamatan dan Ketua RT aktif memantau aktivitas keagamaan apalagi yang dianggap menyimpang.
"Agar tidak terulang ketua RT diminta aktif laporkan ke MUI kecamatan atau kota atau juga pihak berwenang jika menemukan hal demikian," sebut dia.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)
Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Menghilang Saat Ajaran Sesatnya di Banjarbaru Terbongkar, Pria Ini Sebut Namanya di Kalimat Syahadat