Rabu, 27 Mei 2026

2 Kotak Amal Ikut Diamankan Densus 88, Istri Terduga Teroris di Surabaya: Tabungan Lebaran Anak

Terduga teroris di Surabaya diamankan Densus 88. Dalam pengamanan tersebut, Densus 88 juga membawa 2 kotak amal milik terduga teroris.

Tayang:
Editor: Miftah
surya.co.id/luhur pambudi
Riyati (mertua) dan Sulis (37) saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (2/4/2021). 

TRBUNNEWS.COM - Terduga teroris di Surabaya diamankan Densus 88.

Dalam pengamanan tersebut, Densus 88 juga membawa 2 kotak amal milik terduga teroris.

Istri pelaku menyebut, kotak amal tersebut untuk persiapan lebaran anak-anaknya.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap seorang pria berinisial S (41), terduga teroris di Jalan Simopohan, Surabaya, Jumat (2/4/2021).

Barang bukti itu diperoleh petugas saat menggeledah rumah S di Jalan Simorejo Sari, Sukomanunggal, Surabaya.

Penggeledahan itu dilakukan petugas sekira pukul 08.30 WIB.

Dan berlangsung sekitar dua jam, disaksikan mertua, istri, dan pengurus wilayah tingkat RT dan RW setempat.

Istri S, Sulis (37) mengetahui pasti barang apa saja yang diambil oleh pihak petugas dari dalam kamar tidur suaminya.

Seingatnya, barang yang diamankan, meliputi sejumlah majalah, tumpukan kertas, beberapa buku rekening, dua kotak amal berukuran kecil dengan lapisan kaca.

Baca juga: Eks Napiter: Melawan Terorisme dan Radikalisme itu Bukan Melawan Agama

Baca juga: Aksi Terorisme Libatkan Milenial, Ketua DPD RI Miris

Baca juga: Cegah Terorisme, Warga Harus Peka Terhadap Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal

"Kotak amal enggak buat apa-apa, juga gak ada uangnya, buat tabungan anak anak, kalau hari raya, buat beli baju," katanya saat ditemui di kediamannya, Jumat (2/4/2021).

Selain itu, ungkap Sulis, petugas juga tampak dimatanya berjalan keluar rumah membawa topi berwarna hitam dengan corak motif tulisan bahasa arab.

"Bertuliskan kalimat; laillahalillah diambil, majalah arrisalah diambil, kotak amal kaca 2 diambil, buku rekening diambil," terangnya.

Selama kurun waktu dua jam melakukan penggeledahan. Sulis mengaku tidak melihat sosok suaminya. Ia juga tidak mengetahui keberadaan dan nasib suaminya hingga kini.

"10 orang lebih polisi masuk. Sejak berangkat sampai sekarang enggak tahu," katanya.

Sulis mengaku pasrah dengan peristiwa penggeledahan tersebut. Ia yakin bahwa suaminya tidak bersalah, dan berharap segera ada kejelasan dari pihak kepolisian mengenai kondisi suaminya.

Seraya menyeka air matanya yang merembes tumpah menggunakan tisu.

Sulis hanya geleng-geleng kepala saat ditanya TribunJatim.com soal rencananya melibatkan kuasa hukum dalam mencari tahu informasi perihal nasib suaminya selama diperiksa oleh pihak kepolisian.

Namun ia berencana meminta bantuan pihak RT dan RW tempatnya tinggal jika memang dirinya telah siap untuk mencari tahu keberadaan suaminya itu.

"Enggak tahu masih bingung (libatkan kuasa hukum). Rak RT dan RW-nya baik (minta bantuan mereka)," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 04, RW 06, Simomulyo Baru, Fauzi mengungkapkan, polisi menemukan sejumlah benda dalam proses penggeledahan yang berlangsung sejak pagi hingga siang, sebelum waktu ibadah Salat Jumat, tiba.

Sejumlah buku-buku jihad dibawa oleh petugas. Kemudian, dua buah kotak amal berukuran kecil.

Lalu majalah, lembaran kertas seperti berkas, ponsel tipe jaman dahulu (jadul) dengan fitur tombol qwerty lebih dari 10 buah.

"Dan topi hitam bertuliskan kalimat; lailahailallah, dari kamar Pak Suyitno," katanya pada awak media di depan kediaman terduga teroris.

Polda Jatim dan Densus 88 Mabes Polri mengamankan dua orang terduga teroris di Surabaya dan Tuban, Jumat (2/4/2021).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengungkapkan dua terduga teroris yang berhasil diamankan oleh anggota Tim Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Simo Pomahan, Surabaya, berinisial S (41) dan di Purboyo Mayangsekar, Tuban berinisial RH (42).

"Namun keduanya ini dari dua jaringan berbeda, untuk S dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI), dan RH dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)," ujarnya pada awak media di Mapolda Jatim.

Kendati demikian, ungkap Gatot, kedua orang terduga teroris itu tidak ada kaitannya dengan insiden bom bunuh diri di depan pagar Gereja Katedral, Jalan Kahaolalido, MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) kemarin.

Yang dilakukan oleh dua orang pelaku berstatus pasangan suami istri (pasutri) yang tergabung anggota JAD dan memiliki rekam jejak aksi pengeboman di Sulu, Jolo, Filipina, berinisial L (26) dan YSF (21).

"Kedua terduga ini tidak ada kaitannya dengan teroris atau pelaku bom bunuh diri di Makassar, dan pelaku penembakan di Mabes Polri," pungkasnya.

Berita terkait terorisme.

(Surya/Luhur Pambudi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kotak Amal Disita dari Rumah Terduga Teroris di Surabaya, sang Istri: Itu Tabungan Lebaran Anak

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved