Senin, 1 September 2025

Penangkapan Terduga Teroris

Terduga Teroris di Klaten yang Ditangkap Ternyata Berpendidikan Tinggi dan Kerap Beri Ceramah Warga

Sosok terduga teroris di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ternyata  kerap memberikan ceramah pada warga.

Editor: Miftah
Tribunnews/Irwan Rismawan
Anggota Densus 88 berjaga saat terduga teroris dari Makassar tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021)- Pada Sabtu (3/4/2021), Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial S (51) di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNNEWS.COM - Sosok terduga teroris di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ternyata  kerap memberikan ceramah pada warga.

Terduga teroris berinisial S (51) itu sempat menempuh pendidikan tinggi di Jogja.

"Pekerjaannya pendakwah, kesehariannya biasa, khotbahnya tidak ekstrim, biasa saja" kata Kepala Desa Bono, Bakdiyono kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).

S sempat menempuh kuliah di Jogja dan merantau ke Padang, Sumatera Barat sebelum akhirnya pulang ke Desa Bono.

"Semenjak ayahnya meninggal dunia, ia balik ke Desa Bono. Sudah tinggal di sini selama tiga tahun" ucap dia.

Setelah pulang kampung, S kemudian mendirikan Tempat Pendidikan Qur'an (TPQ). Tempat tersebut dikelola oleh istri dan anak-anaknya.

"Istrinya mengajar ngaji di TPQ," ujar dia.

Istri Sempat Tak Tahu

Sebelumnya, seorang berinisial S (51), warga Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Dia ditangkap seusai menjalankan salat subuh di masjid dekat rumahnya, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat di Jayapura Papua Deklarasi Damai, Kecam Aksi Terorisme

Baca juga: Fenomena Lone Wolf di Aksi Terorisme Seperti di Mabes Polri, Begini Analisa Doktor PTIK Dedy Tabrani

Baca juga: BPIP Minta Polisi Pantau Medsos, Sebut Generasi Milenial Jadi Sasaran Pelaku Tindak Terorisme

"Habis salat subuh ada penangkapan terhadap S di masjid dekat rumahnya," kata Kepala Desa Bono, Bakdiyono kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).

Keluarga S, sambung Bakdiyono, belum mengetahui bila terduga teroris tersebut ditangkap seusai subuhan.

Petugas kemudian menggeledah rumah S sekira selama dua jam. Saat penggeledahan, rumah dalam kondisi kosong.

Istri terduga teroris tengah melakukan kegiatan di luar rumah.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan