Jefri Tak Tahu Orang yang Dibonceng Diajak Cari Pembunuh Sang Paman Adalah Pelakunya

 Misteri pembunuhan seorang sopir di Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara akhirnya terungkap.

Editor: Hendra Gunawan
Muhammad Fadli Taradifa/Tribun Medan
Kediaman almarhum Junaidi di Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Kecamatan Medan Barat, dipenuhi pelayat, Selasa (6/4/2021). Junaidi diduga dibunuh orang dekatnya.(TRIBUN MEDAN/FADLI) 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Misteri pembunuhan seorang sopir di Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara akhirnya terungkap.

Junaidi (62) warga Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Kecamatan Medan Barat dihabisi oleh kernetnya sendiri.

Pelaku yang berinisial P alias U kernet Junaidi yang merupakan sopir angkutan kota.

Sebelumnya, Junaidi ditemukan tewas bersimbah darah mengenakan kemeja Partai Demokrat di Jalan Peringgan, Kecamatan Percut Seituan.

Menurut penuturan keluarga, P alias U ini merupakan kernet korban.

Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Wanita Muda Dicekoki Minuman Bersoda dan Obat Flu

Pelaku secara tak sengaja ditangkap oleh keponakan korban bernama Jefri.

Jefri bercerita mengenai penangkapan pelaku kepada Tribun Medan.

"Sempat saya bertemu dengan dia kemarin di depan (Simpang Brayan). Waktu itu saya cerita-cerita soal kejadian yang menimpa paman saya," kata Jefri, keponakan korban di rumah duka, Selasa (6/4/2021).

Awalnya, Jefri tak tahu bahwa P alias U adalah pembunuh pamannya.

Baca juga: Pembunuhan Berantai di Kulon Progo: Korbannya Wanita, Dicekoki Minuman Bersoda Cambur Obat Flu 

Dia mengajak P alias U ngobrol lantaran merasa pelaku selama ini kenal dekat dengan korban.

"Setelah ngobrol itu, saya berencana minta tolong untuk menangkap pelaku. Karena P alias U ini tahu banyak mengenai paman saya, dia pun saya bonceng," kata Jefri.

Tanpa rasa bersalah, P alias U lantas naik ke atas boncengan.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 1 April 2021: Progres Pembunuhan Roy, Aldebaran Berhasil Taklukkan Sumarno

Dia berpura-pura tidak tahu soal kejadian pembunuhan Junaidi.

"Di perjalanan, persis di simpang lampu merah, tiba-tiba dia lompat dari motor. Terus kabur," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved