Breaking News:

Terungkap Motif Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pemuda 21 Tahun Ini Ingin Curi Motor 2 Korbannya

Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap motif pembunuhan berantai di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kolase Tribunnews: Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri
(KIRI) Kakak korban, Sunardi (40), menunjukkan foto TS yang menjadi korban pembunuhan di Dermaga Wisata Glagah pada Jumat (2/4/2021) malam dan (KANAN) Pelaku kasus pembunuhan dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap motif pembunuhan berantai di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Belakangan diketahui, pelaku yang merupakan pemuda berumur 21 tahun, NAF tega menghabisi dua wanita karena ingin memiliki motor korbannya.

NAF sebelumnya membunuh dua wanita dalam kurun waktu 11 hari.

Motif ini terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Wanita Muda Dicekoki Minuman Bersoda dan Obat Flu

"Motor milik kedua korban diambil oleh tersangka. Pertama motor milik DSD (21) dijual di wilayah Magelang dan masih dalam pencarian."

"Sementara motor milik TS (21) dititipkan di parkiran Stasiun Wates dan sudah diamankan," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, Selasa (6/4/2021).

Adapun cara tersangka menghabisi nyawa kedua korban melalui minuman bersoda yang diberi 3,5 tablet obat sakit kepala.

Setelah korban mengonsumsi minuman tersebut memberikan efek samping yang membuat korban kejang-kejang dan tak berdaya.

Pelaku kasus pembunuhan dan barang bukti dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo.
Pelaku kasus pembunuhan dan barang bukti dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo. (Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri)

"Di saat itu juga kepala korban dibenturkan ke lantai yang mengakibatkan matinya korban dengan luka memar dan pendarahan pada bilik otak kepala sisi belakang sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan mati lemas (asfiksia)," ucapnya.

Diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, DSD merupakan warga Gadingan, Kapanewon Wates yang dibunuh oleh NAF pada 23 Maret 2021 lalu sekitar pukul 12.30 WIB di Wisma Sermo.

Baca juga: UPDATE Pembunuhan Berantai di Bogor, Hasil Visum Ungkap Ada Sperma di Kemaluan Korban Janda

Halaman
12
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved