Breaking News:

Kasasi yang Diajukan Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis di Lebak Ditolak Mahkamah Agung

Pengadilan Tinggi Banten menyambut baik putusan kasasi ini dan menilai keputusan menolak kasasi yang diajukan kedua terdakwa adalah putusan yang tepat

Kompas.com/Acep Nazmudin
Petugas Polres Lebak menggelar rekonsdtruksi kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap gadis Baduy berusia 13 tahun, Senin (16/9/2019) 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, LEBAK -  Majelis hakim MA dalam putusannya memperkuat putusan Pengadilan Tinggi Banten, yakni menjatuhkan hukuman mati kepada kedua terdakwa Muhammad Saepul (20) dan Furqon (19), pelaku  pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis baduy berinisal S (13).

Kedua terdakwa terbukti  melanggar Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 81 (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Ini disampaikan Humas Pengadilan Tinggin Banten, Binsar M Gultom saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Pengadilan Tinggi Banten menyambut baik putusan kasasi ini. 

Ia menilai putusan menolak kasasi yang diajukan kedua terdakwa adalah putusan yang tepat.

"Karena pembunuhan tersebut dinilai sangat sadis.

Usai diperkosa, leher dan bagian badan lainnya dipotong secara terpisah," ujar Binsar saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Kejaksaan Agung Periksa 10 Saksi Terkait Kasus Korupsi Asabri

Sementara itu satu tersangka lainnya Ahmad Rifai yang masih berada di bawah umur dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan enam bulan wajib pelatihan kerja di LPKA Kelas 1 Tangerang.

"Terdakwa yang satunya lagi itu tidak melakukan peninjauan kembali atas hukuman yang telah dijatuhi oleh majelis hakim," terangnya.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved