Mudik Lebaran 2021

Kang Ujang Diperiksa Petugas Penyekatan: 'Saya Mau Tolongin Dukun Santet yang Sudah Ngap-ngapan'

Saat hendak dilakukan pemeriksaan awak kendaraan tersebut, Kang Ujang Bustomi pun terlihat tak menggunakan masker.

Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Kang Ujang Bustomi saat kena pemeriksaan petugas check point Tugu Ikan perbatasan Kuningan - Cirebon, Selasa (11/5/2021) dini hari. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRUBUNNEWS.COM, KUNINGAN - Kang Ujang Bustomi, seorang youtuber diadang petugas penyekatan di Tugu Ikan perbatasan Kuningan-Cirebon, Selasa (11/5/2021) dini hari.

Padahal saat itu Kang Ujang bermaksud memberikan pertolongan kepada seorang dukun di Kuningan yang nyaris meninggal.

Tindakan tegas diberikan bagi kendaraan Kang Ujang Bustomi, karena dia menggunakan kendaraan berpelat nomor bukan E alias luar Wilayah III Cirebon.

Terlebih saat hendak dilakukan pemeriksaan awak kendaraan tersebut, Kang Ujang Bustomi pun terlihat tak menggunakan masker.

"Iya, saya lupa gak pake masker dan tadi sebelum dicek suhu badan ada petugas kasih saya masker," ungkap KUB, sapaan akrabnya, kepada wartawan.

Kang Ujang mengaku hendak melakukan perjalanan ke Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan.

"Iya, saya mau tolongin dukun santet yang sudah ngap-ngapan, mau mati," kata KUB saat melakukan tanya jawab dengan petugas penyekatan tadi.

Kang Ujang Bustomi saat kena pemeriksaan petugas check point Tugu Ikan perbatasan Kuningan - Cirebon, Selasa (11/5/2021) dini hari.
Kang Ujang Bustomi saat kena pemeriksaan petugas check point Tugu Ikan perbatasan Kuningan - Cirebon, Selasa (11/5/2021) dini hari. (Istimewa)

KUB dikenal sebagai mentalis kebatinan yang kerap mendawamkan salawat Nabi.

Dalam praktik pengobatannya, Kang Ujang juga diketahui memiliki Padepokan Anti Galau di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sekadar informasi, hasil kesepakatan lima kepala daerah yang terdiri dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuningan) memperbolehkan warganya mudik lokal pada masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021.

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana BPBD sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Kuningan, yakni Indra Bayu Permana, saat menyampaikan kepada wartawan di sela pengawasan langsung di Tugu Ikan daerah perbatasan Kuningan–Cirebon.

Indra mengatakan, meski wilayahnya termasuk kategori, tidak serta-merta bisa masuk begitu saja.

Baca juga: Polri Pastikan Ribuan Pemudik yang Jebol Posko Penyekatan di Bekasi Tidak Akan Lolos

Dalam rapat semua kepala daerah sepakat, mobilitas masyarakat se-Ciayumajakuning harus melampirkan identitas dan surat keterangan dari atasan/perusahaan bagi pekerja, atau surat keterangan dari kepala desa/lurah bagi warga nonpekerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved