Breaking News:

Pemaki Petugas Saat Diminta Putar Balik telah Minta Maaf dan Dijerat Langgar 3 Undang-Undang

Menurut Kapolres, Briptu Febio Marcelino yang menjadi korban makian pria dan wanita itu telah memaafkan kejadian tersebut

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Pria dan wanita yang memaki-maki petugas di pos penyekatan Benda, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meminta maaf, Minggu (16/5/2021). 

"Sepertinya baru punya mobil.. kalo uda lama.. tempramen bukan begitu.. Gagal deh pamer mobil di daerah.. di kampung," tulis @syahrulardiansyah18_.

"Udh ketebak kan endingnya gimana besok atau lusa?" tulis @dimas_haqiqi27.

"Udah masuk sini mah wasalam, sertakan ig nya keluarga rakyat jelata mau silaturahim," tulis @iyanzzpratiwa.

"Selamat ya bu, muka ibu udah masuk lamtur secara jelas. Seneng dong ya jadi viral," tulis @alvaclipton.

Kronologi Kejadian

Sebuah video yang memperlihatkan penumpang mobil Honda Mobilio memaki dan hendak merampas ponsel petugas di pos penyekatan perbatasan Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video itu, penumpang mobil Honda Mobilio itu tak terima lantaran diminta putar balik oleh petugas.

Awalnya, penumpang yang duduk di kursi depan mobil terlihat emosi.

Pria berkacamata itu lalu hendak memukul ponsel petugas, padahal petugas berkata secara pelan, bilang bahwa ia sudah benar sesuai aturan pemerintah.

"Saya udah benar pak, saya udah benar pak, sesuai pemerintah aturannya," kata petugas.

Setelah itu, perempuan yang duduk di jok belakang juga ikut memaki petugas.

Ia mengaku memiliki keluarga polisi dan berkata kasar.

"Saya juga keluarga polisi, heh anj**g lho ya," ujarnya.

Baca juga: Buronan Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sukabumi Terlibat Pembuatan Bom di Condet

Menurut laporan wartawan TribunJabar.id, peristiwa dalam video viral itu terjadi di Pos Penyekatan Benda, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021).

Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Riki FM mengatakan, kejadian yang ada di video viral itu benar adanya.

Ia mengatakan, penumpang mobil itu tak terima akan aturan pemerintah tentang kendaraan yang harus diputar balikkan.

"Anggota kami sudah benar menjelaskan secara sistematis dan humanis kepada masyarakat itu sendiri, kepada pengendar," ujar AKP Riki AM.

Karena tak terima, penumpang itu mengeluarkan ponsel.

Dengan sigap, petugas pun ikut mengeluarkan ponselnya.

Namun, penumpang yang emosi itu justru malah akan merebut ponsel milik petugas.

"Ponsel anggota mau diambil dan keluarlah kata-kata kasar," kata Riki.

Lebih lanjut Riki menjelaskan, mobil Honda Mobilio itu diputar balik saat hendak masuk ke wilayah Sukabumi dari arah Bogor.

Mobil itu ternyata akan masuk ke jalan tikus.

"Itu dari arah Bogor menuju ke arah Kabupaten Sukabumi, disekat di Benda namun berusaha masuk ke jalan tikus.

"Jalan tikus kami juga sudah jaga untuk menghalau dan dilanjutkan ke wilayah barat, pelat (nomor) Jakarta, terindikasi pelat B," kata AKP Riki AM. (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

Penulis: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved