Breaking News:

Pasca-Kontak Senjata Aparat dan KKB, Begini Aktivitas Sekolah di Intan Jaya

Ia berharap konflik antara aparat dengan KKB di tiga daerah itu segera berakhir sehingga anak-anak sekolah bisa kembali bersekolah

distrik beoga111
Dua rumah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, yang tengah terbakar. Kejadian tersebut dilakukan KKB yang telah berada di lokasi tersebut sejak 8 April 2021, Papua, Selasa (13/4/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Aktivitas belajar di Kabupaten Intan Jaya, Puncak dan Nduga, belum berjalan efektif.

In setelah terjadi kontak senjata antara aparat dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), membuat

Hal ini diungkapkan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua.

"Beberapa sekolah di daerah konflik itu memang aktivitasnya tidak jalan sama sekali seperti di Beoga.

Tapi di beberapa tempat lain di Intan Jaya, Puncak dan Nduga ada yang berjalan normal," kata Kepala Disdik Papua Christian Sohilait di Timika, Selasa (25/5/2021).

Ia berharap konflik antara aparat dengan KKB di tiga daerah itu segera berakhir sehingga anak-anak sekolah bisa kembali bersekolah untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Christian menyebut penyelenggaraan pendidikan di beberapa daerah pedalaman Papua hingga kini banyak yang tidak bisa berjalan secara memadai karena dipicu oleh faktor lingkungan.

Baca juga: Soal Senjata Nuklir Korea Utara, Biden Peringatkan Takkan Beri Pengakuan Internasional seperti Trump

Ketika lingkungan sekitar sekolah terjadi permasalahan sosial maka akan berdampak ke penyelenggaraan pendidikan di lokasi itu.

"Banyak masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat membuat sekolah tidak bisa berjalan efektif. Ketika ada salah satu kelompok di masyarakat yang tidak terpilih menjadi kepala desa, sekolah jadi sasaran untuk dipalang. Faktor lingkungan juga yang membuat anak-anak tidak pergi ke sekolah tapi menjadi pecandu lem aiko aibon," tuturnya.

Baca juga: 171 Kecamatan Belum Punya Puskesmas, 160 di Antaranya Ada di Papua dan Papua Barat

Perilaku buruk masyarakat yang dinilai tidak mendukung penyelenggaraan pendidikan di Papua seperti kasus kekerasan yang menimpa guru-guru yang bertugas di daerah pedalaman.

Disdik Papua menerima banyak laporan kejadian dimana rumah-rumah guru dan sekolah dibongkar dan barang-barang mereka dibawa kabur pencuri.

"Perilaku-perilaku seperti ini harus kita ubah. Kebiasaan masyarakat yang kurang bagus jangan sampai merusak anak-anak dan pada akhirnya pendidikan tidak bisa berjalan baik di Papua," kata Christian.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Pasca-kontak Senjata Aparat dan KKB, Aktivitas Sekolah di Kabupaten Intan Jaya Belum Kembali Efektif

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved