Virus Corona
Tren Kasus Menurun, PPKM di Papua Barat Berpotensi Dilonggarkan
Tren kasus positif covid-19 cenderung menurun, masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), di Papua Barat, rencananya dilonggarkan.
Editor:
Theresia Felisiani
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tren kasus positif covid-19 cenderung menurun, masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), di Papua Barat, rencananya dilonggarkan.
Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap.
"Data dalam satu minggu ini, kita di Papua Barat, cenderung menurun," ujar Tiniap, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (9/8/2021).
Baca juga: Mensos Risma Ajak Generasi Muda Papua Ciptakan Peluang di PON XX Papua
Selain angka positif di seluruh Papua Barat menurun, Tiniap juga mengaku, saat ini angka Bor rumah sakit juga turun.
"Dulu Bor rumah sakit berada pada kisaran 90 persen, namun akhir-akhir ini sudah turun sampai 50 persen," ucapnya.
Hanya saja, kini yang menjadi masalah di Papua Barat adalah vaksinasi.
"Vaksinasi saja yang masih menjadi kendala, jadi akan kita evaluasi. Mudah-mudahan sebentar akan ada hasil evaluasi," tuturnya.
"Bisa saja Papua Barat dilonggarkan. tetapi bukan berarti harus kita longgarkan prokes," kata Tiniap.
Baca juga: HUT Jalasenastri Ke-75 dan HUT RSAL dr Mintohardjo, TNI AL Gelar Vaksinasi dan Swab Antigen Gratis
Sebab, lanjut Tiniap, yang dilonggarkan hanya aktivitas keseharian warganya.
"Namun, kalau cici tangan, masker dan jaga jarak, semuanya tetap dilaksanakan. Jangan kita lengah," ujarnya.
Jadi, kata Tiniap, untuk prokes tetap dilaksanakan.
"Kita di Papua Barat, pernah mengalami siklus yang menurun, namun habis itu melonjak. Jadi kita jangan lengah dulu," imbuh Tiniap.
"Paling tidak bulan Agustus ini kita harus waspada, kalau kasusnya menurun, maka sudah pasti Papua Barat telah melalui puncak covid-19," ungkapnya