Minggu, 31 Agustus 2025

Warga Dengar Suara Ribut-ribut Sebelum Menemukan ED Terluka Parah Dibacok Anak Kandungnya

Pelaku tega membacok sang ayah karena memendam amarah sebab ayahnya itu sering menyiksa ibunya.

Editor: Dewi Agustina
Instagram Palembang_Bedesau
Tangkapan Layar warga membawa korban menggunakan mobil pikap. Aksi pembacokan anak terhadap ayah kandungnya di Loroang Nyiur II Kecamatan Kalidoni Palembang, Sabtu (7/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - OP (23), nekat membacok ayah kandungnya ED (40) dengan palu dan senjata tajam jenis parang hingga sang ayah mengalami luka di kepala, Sabtu (7/8/2021).

Ani (38), tetangga bersebelah rumah dengan pelaku dan korban mengatakan, kronologi berawal saat terjadi keributan di dalam rumah.

"Siang kejadiannya antara waktu salat zuhur atau sebelum zuhur. Saya memang dengar ada ribut-ribut, tapi belum saya hiraukan," kata Ani ketika dikonfirmasi Tribun, Minggu (8/8/2021).

Tak lama kemudian istri korban ke luar dari rumah sambil meminta tolong kepadanya.

"Sampai akhirnya dia (istri korban) manggil-manggil saya sambil ketakutan. Tolong buk anak samo laki aku bebala (tolong bu, anak sama suami saya bertengkar). Itu yang dia bilang, " tutur dia.

Ani kemudian langsung melapor Sekretaris RT setempat dan meminta bantuan sejumlah warga.

Ketika datang lebih dari 10 orang, mereka sudah mendapati korban, ED (40) sudah bersimbah darah akibat luka yang dialami.

Warga bergegas langsung membawa korban ke rumah sakit dengan diantar mobil pribadi.

"Korban langsung dipapah sama warga, kemudian dibawa ke rumah sakit pakai mobil pick up. Darahnya menetes di lantai," katanya.

Tangkapan Layar warga membawa korban menggunakan mobil pikap. Aksi pembacokan anak terhadap ayah kandungnya di Loroang Nyiur II Kecamatan Kalidoni Palembang, Sabtu (7/8/2021).
Tangkapan Layar warga membawa korban menggunakan mobil pikap. Aksi pembacokan anak terhadap ayah kandungnya di Loroang Nyiur II Kecamatan Kalidoni Palembang, Sabtu (7/8/2021). (Instagram Palembang_Bedesau)

Dari pengakuannya, keluarga tersebut baru tinggal di sebuah kontrakan sekitar satu tahun.

Dan memang belum banyak warga yang mengenal keseharian dan wataknya.

Korban diketahui adalah seorang sopir becak motor (bentor), sementara sang istri adalah karyawan di sebuah restoran. Pelaku adalah seorang karyawan swasta.

"Mereka ada empat orang serumah, pas lagi kejadian anak bungsunya lagi kerja. Memang belum terlalu akrab dengan warga disini karena mereka belum lama pindah. Setiap habis kerja selalu masuk ke rumah, " jelas dia.

Mengenai informasi bahwa sang istri sering disiksa oleh ED, Ani mengatakan ia tidak tahu persis.

Sebab selama ini, tak tahu bagaimana kehidupan dan masalah apa yang dihadapi keluarga tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan