Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Temuan Beras Bansos Diduga Busuk, Tim Saber Pungli Jabar Selidiki Salah Satu Agen Pemasok di KBB

Temuan beras dengan kualitas dipalsukan tersebut merupakan temuan Tim Sapu Bersih Pungut Liar (Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat

Editor: Hendra Gunawan
Hilman Kamaluddin/Tribun Jabar
Warga Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat menunjukkan beras bantuan dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Rabu (11/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di daerah Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bangdung Barat (KBB) Jawa Barat diduga menerima beras bansos dengan kualitas yang rendah.

Kabar ini pun menghebohkan warga setempat.

Temuan beras dengan kualitas dipalsukan tersebut merupakan temuan Tim Sapu Bersih Pungut Liar (Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat, terkait dugaan pemalsuan kualitas beras dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Diduga beras tersebut memang kualitasnya telah buruk dari agennya dengan inisial CV TKJ.

Hal ini ditemukan setelah setelah Tim Saber Pungli melakukan investigasi ke lapangan.

Baca juga: Luhut Hapus Angka Kematian Covid-19, Epidemiolog Sebut Berbahaya: Bisa Salah Strategi dan Ekspektasi

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Ciburuy,Tintin Susanti (43), mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat dirinya didatangi Tim Saber Pungli, kemudian diminta untuk mendampingi tim ke agen-agen penyedia kebutuhan bantuan sembako di wilayahnya.

"Di salah satu agen tim membahas harga telor, kualitas beras, tapi tidak menerangkan terkait beras busuk dan kualitas yang jelek," ujar Tintin saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Mengenal Vaksin Moderna, Disebut Sangat Manjur Tangkal Covid-19 dan Bedanya dengan Vaksin Lain

Kemudian Tintin pun menghadirkan tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan tersebut di wilayahnya, dan ternyata tidak ada penerima yang mengeluhkan kualitas dan sebagainya terkait bantuan tersebut.

Tintin mengatakan, jika memang ada yang tidak beres dalam penyaluran bantuan seperti ini, biasanya para KPM di Desa Ciburuy pun sudah pasti melakukan komplain terhadap dirinya.

"Ini kan tidak ada, beras pun sudah sesuai dan memang bagus. KPM disini justru malah senang dapat bantuan," kata Tintin.

Penyaluran bantuan ini, kata Tintin, mulai dilaksanakan pada 25 Juli 2021. Didalamnya, ada berbagai macam sembako yakni beras, ayam, telur, tahu dan dan apel yang diterima sekitar 600 KPM di wilayahnya.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Kamis, 12 Agustus 2021: Wilayah Jawa Timur Berpotensi Hujan Lebat hingga Angin

"Penyaluran kepada KPM juga berjalan kondusif dan hingga saat ini tidak ada komplain dari mereka," ucapnya.

Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB), menduga terjadi persaingan bisnis di kalangan supplier terkait adanya dugaan pemalsuan kualitas beras dari Program BPNT tersebut.

Kepala Dinas Sosial KBB, Sri Dustirawati, mengatakan, adanya dugaan terkait persaingan bisnis tersebut karena pemasok bahan pangan terhadap E-warung tersebut memang boleh siapa saja.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan