Ibu dan Anak Tewas di Mobil
Kasus Pembunuhan di Subang, Yosef Menangis di Makam Tuti dan Amalia: Badan Sehat, tapi Hati Sakit
Pada Jumat (8/10/2021), Yosef berziarah ke makam istri dan anaknya yang menjadi korban pembunuhan di Subang.
TRIBUNNEWS.COM - Pelaku kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat, belum juga terungkap.
Di hari ke-51 kematian Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (24), Yosef mendatangi makam almarhumah di TPU Istunung, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Subang, Jumat (8/10/2021) sore.
Kedatangannya adalah untuk mendoakan istri dan anaknya.
"Saya terus mendoakan semoga istri dan anak saya diterima di sisi Allah SWT diterima iman Islamnya."
"Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat indonesia yang telah mendoakan istri dan anak saya," beber Yosef, Jumat, dikutip dari TribunJabar.
Baca juga: Kasus Subang, Yosef Ungkapkan Hatinya Sakit Ketika Datangi Makam Istri dan Anaknya
Baca juga: Bukan Keluarga Sembarangan, Latar Belakang Tuti Kasus Subang Diungkap Mantan Ketua RT
Tak hanya mendoakan, Yosef juga mencurahkan isi hatinya.
Ia mengaku selama ini dituding menjadi pelaku pembunuhan istri dan anaknya.
Kendati demikian, Yosef mengaku tak mempermasalahkan fitnah itu.
Ia juga menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia
"Ya. kalau saya kan orangnya lurus-lurus saja, banyak fitnahan tapi saya terima saja, saya tidak ada apa-apa pada kasus ini," ujar Yosef, mengutip TribunJabar.
Ia mengungkapkan, sejak kepergian sang istri dan anak, hatinya terasa sakit.
"Ya, bisa dikatakan badan bisa sehat tapi hati tetap sakit, mungkin itu saja yang saya dapat sampaikan," katanya.
Lebih lanjut, Yosef berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus pembunuhan Tuti dan Amalia, serta menangkap pelakunya.
Karena itu, Yosef meminta dukungan dari masyarakat agar kasus pembunuhan di Subang menemui titik terang.
"Kami tidak akan mendahului, kami semua hanya bisa berharap agar kasus ini secepatnya terungkap, saya hanya minta dukungannya saja kepada masyarakat," tandasnya.
Baca juga: Jadi Saksi Kasus Kematian Ibu dan Adiknya, Yoris Tak Lagi Mengurus Yayasan Sekolah di Subang
Baca juga: Polisi Tak Ingin Berandai-andai soal Pelaku Pembunuhan di Subang: Fokus Cari Petunjuk dan Kesesuaian
Polisi Tak Ingin Berandai-andai
Sudah hampir dua bulan kasus pembunuhan di Subang yang menimpa ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (24), berlalu.
Kendati demikian, polisi belum mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.
Namun, polisi mengatakan tak ingin berandai-andai dalam membahas kemungkinan pelaku.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengungkapkan pihaknya kini tengah berfokus mencari petunjuk baru dan kesesuaiannya dengan bukti yang telah ditemukan.
"Ya, belumlah (ada tersangka). Jadi, sekarang kami fokus mencari petunjuk-petunjuk, kesesuaian dengan penyebabnya, kematiannya."
"Setelah itu baru kami simpulkan rangkaian penyelidikannya, lalu mengarah ke tersangkanya, jadi kami tidak berandai-andai," beber Erdi, saat dihubungi TribunJabar, Rabu (6/10/2021).
Diketahui, autopsi ulang dilakukan pada jenazah Tuti dan Amalia pada Sabtu (2/10/2021), untuk mencari petunjuk baru.
Erdi menuturkan, petunjuk baru yang dimaksud apakah Tuti dan Amalia sempat melakukan perlawanan saat akan dibunuh.
Waktu kematian, ujar Erdi, juga perlu diketahui untuk mencari kesesuaian antara petunjuk baru dan bukti yang telah ada.
Baca juga: Kasus Pembunuhan di Subang, Temuan Kalung Putus Milik Amalia hingga Tiga Kakak Tuti Diperiksa Polisi
Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Hasil Autopsi Ulang Sudah Ada, Polisi Fokus Cari Tersangka
Namun, hasil autopsi ulang tersebut belum bisa disampaikan karena penyidik masih harus mengevaluasi dan menganalisa.
"Dia dibunuh, apakah melakukan perlawanan, kemudian untuk menentukan waktu kematiannya, karena ini kami cari kesesuaian kembali."
"Sehingga setelah melihat hasil autopsi tersebut, di antaranya juga mengenai alat yang digunakan, apakah tumpul atau tajam," tutur Erdi.
"Ini masih dalam konsumsi penyidik, mereka membutuhkan evaluasi, analisa, dan fokus dulu terhadap hasil temuannya," imbuhnya.
Erdi pun menegaskan, pihaknya akan mengumumkan tersangka pembunuhan di Subang dalam waktu dekat jika menemukan kesesuaian.
"Kalau memang ada kesesuaian, Insya Allah dalam waktu dekat kami temukan tersangkanya," ucapnya.
Sejauh ini, polisi telah mengumpulkan sejumlah bukti dan petunjuk terkait kasus pembunuhan di Subang.
Dikutip dari Kompas.com, petunjuk dan bukti yang sudah dikumpulkan diantaranya bercak darah di kamar korban dan mobil, jejak kaki, dan sidik jari yang hingga saat ini masih diidentifikasi.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan papan penggilasan yang terdapat bercak darah, pisau, dan pakaian korban.
Papan penggilasan itu disembunyikan di rak barang bekas sebelum akhirnya ditemukan.
Baca juga: Rumah Kasus Subang Kini Tak Berpenghuni: Selain Kotor, Ada Perubahan Jumlah Benda Ini
Baca juga: Curhat Istri Muda di Kasus Subang: Awalnya Banyak Bersimpati, Semakin Lama Saya Terpojok
Selain itu, puluhan saksi telah diperiksa, termasuk suami Tuti, Yosef; istri muda Yosef, Mimin; dan kakak Tuti, Lilis.
Diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan dalam kondisi tewas di bagasi mobil Alphard di kediamannya di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Subang, Rabu (18/8/2021).
Sesaat sebelum ditemukan tewas, seorang saksi mengaku sempat melihat seseorang memarkirkan Alphard tersebut.
Namun, sosok yang dimaksud saksi itu hingga kini belum terkuak.
Kejadian Luar Biasa
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, menyebut kasus pembunuhan Tuti dan Amalia sebagai kejadian luar biasa.
Pasalnya, dalam kasus ini minim alat bukti dan saksi kejadian.
Tak hanya itu,Erdi bahkan mengatakan pembunuhan terhadap Tuti dan Amalia kemungkinan sudah direncanakan.
"Karena ini merupakan suatu kejahatan yang memang luar biasa, yang kemungkinan terencana."
"Ya tentunya kita akan tetap mencoba fokus dalam rangkaian penyelidikan untuk menemukan tersangkanya," tutur Erdi, dilansir TribunJabar.
Kendati demikian, ia menyebut pada prinsipnya kasus pembunuhan Tuti dan Amalia bukanlah hal sulit.
Namun, pihak kepolisian membutuhkan waktu untuk membuktikan siapa pelakunya.
"Pada prinsipnya tidak sulit, cuma kita membutuhkan waktu, karena menentukan tersangka itu harus dengan pembuktian," ungkapnya.
Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak berspekulasi terkait kasus ini.
Terlebih, spekulasi itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Saya mengimbau untuk rekan-rekan atau masyarakat tidak usah berspekulasi ya."
"Berspekulasi menceritakan hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar dengan judul:
Yosef Menangis, Saat Datangi Makam Tuti dan Amalia Sore Tadi, Ini yang Dikatakannya
Sering Jadi Sasaran Fitnah Kasus Subang, Yosef Buka Suara, ''Saya Orangnya Lurus, Terima Difitnah''
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman/Hilda Rubiah/Dwiky Maulana Vellayati, Kompas.com/Agie Permadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kasus-pembunuhan-di-subang-101021.jpg)