Breaking News:

Kurang Sejahtera, Para Kades di Sumatera Utara Minta Naik Gaji

Upah tidak layak, para kepala desa (Kades) se-Kabupaten Deliserdang ngeluh minta naik gaji.

Editor: Erik S
tribunstyle
ilustrasi Upah tidak layak, para kepala desa (Kades) se-Kabupaten Deliserdang ngeluh minta naik gaji. 

TRIBUNEWS.COM, DELISERDANG- Upah tidak layak, para kepala desa (Kades) se-Kabupaten Deliserdang ngeluh minta naik gaji.

Kades-kades itu menganggap gaji mereka belum layak dan tidak mencukupi.

Informasi diperoleh, usulan kenaikan gaji ini sudah ditampung oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Deliserdang, dan sudah diusulkan ke DPP APDESI melalui APDESI SUMUT. 

Selain itu, usulan ini juga sudah diberikan kepada Pemkab Deliserdang. 

Baca juga: Cek sscasn.bkn.go.id Pengumuman Hasil SKD CPNS 2021 Tahap I Dilengkapi Jadwal Tes SKB

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) pun mengaku sudah menampung aspirasi tersebut. 

"Honor kami hanya Rp 3 juta dan tunjangan cuma Rp 700 ribu sekarang. Ya, kan perlu disejahterakan lagi, karena memang kurang," kata Ketua APDESI Deliserdang, Hajeman Jumat, (29/10/2021).

Kades Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjungmorawa ini mengatakan, para kades seperti dirinya ingin sejahtera layaknya para lurah yang notabene adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang gajinya sama sesuai golongan. 

Baca juga: Heboh Perkara Pinjaman Rp 264,5 Juta Milik Warga, Lurah dan Bendahara Duri Kepa Saling Bantah

Mereka menganggap penghasilan lurah itu bisa mencapai Rp 5 jutaan dalam sebulan.

"Ya, cemana kalau enggak cukup, penghasilan pun kurang, karena memang sekarang kurang sejahtera. Undangan pesta banyak, bukan hanya hari minggu. Belum lagi rantangan (tradisi diundang pesta dengan memberikan bungkusan makanan)," kata Hajeman. 

Usulan kenaikan gaji para Kades ini disebut pertama kali diserap ketika pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved