Jempol Diborgol, Brimob 'Sniper' Kampung Narkoba Samarinda Tiba di Bareskrim
Bripka Dedy, eks anggota Brimob Kaltim, diperiksa Bareskrim terkait perannya sebagai pengawas Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda
Ringkasan Berita:
- Bripka Dedy Wiratama, eks anggota Brimob Polda Kaltim yang diduga menjadi beking Kampung Narkoba Gang Langgar di Samarinda, dibawa ke Bareskrim Polri untuk diperiksa
- Polisi mendalami perannya sebagai sniper atau pengawas jaringan narkoba
- Sindikat yang beroperasi selama empat tahun itu disebut meraup omzet hingga Rp200 juta per hari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bripka Dedy Wiratama, eks anggota Brimob Polda Kaltim yang menjadi beking Kampung Narkoba Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur selaku sniper atau pengawas diboyong ke Bareskrim Polri untuk diperiksa pada Jumat (5/6/2026).
Dari pantauan wartawan Tribunnews.com, Bripka Dedy tiba di gedung Bareskrim Polri sekira pukul 15.25 WIB dengan didampingi penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bermasker tengkorak.
Ia terlihat mengenakan kemeja bermotif kembang berwarna biru berjalan menuju lift gedung Bareskrim dengan kedua jempolnya terborgol.
Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Namun, ia terlihat spontan mengangguk ketika namanya dipanggil awak media yang sudah menunggu kedatangannya.
Mulutnya seperti terkunci rapat tak mau membeberkan tindakan membekingi kampung narkoba selama ini termasuk soal apakah ada yang memerintahkannya untuk hal tersebut.
Wajahnya terlihat serius menjelang dimintai keterangannya dalam kasus yang menjeratnya usai dipecat dari Polri. Tak ada senyuman dari raut wajahnya yang sedikit terlihat lelah.
Baca juga: Setuju Hak Angket, Gubernur Kaltim Pertanyakan Pemahaman Massa Aksi: Jadi Anggota Dewan Dulu, deh
"Telah mengamankan salah satu oknum dari anggota Polri, yang mana oknum ini atas nama Bripka Dedi, yang merupakan salah satu oknum yang menjadi tersangka kasus Gang Langgar di Samarinda, Kaltim," Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kepada wartawan, Jumat.
Saat ini, kata Drago, pihaknya akan mendalami semua keterangan Bripka Dedy untuk mengetahui perannya selama menjadi sniper dalam jaringan narkoba.
Bongkar Kampung Narkoba
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri baru saja membongkar sindikat di kampung narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Sindikat di kampung narkoba tersebut terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat yang ingin mengungkap keberadaan peredaran barang haram tersebut.
Ternyata, peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur. Hal ini dibuktikan dengan adanya sniper atau pengawas hingga menggunakan handy talky (HT) dalam menjalankan bisnisnya.
"Pada sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 (Dua Puluh Satu) pengawas yang memegang Handy Talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Para sniper ini tersebar di seluruh jalan yang berada di kampung tersebut. Bahkan, pada malam hari para sniper akan dipertebal guna menghindari endusan aparat keamanan.
Eko mengatakan para sniper yang berada di ujung jalan masuk kampung juga menggunakan kode khusus untuk para pembeli narkoba itu karena masyarakat di daerah Gang Langgar lebih sensitif terhadap orang asing yang datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/polisinarkoba111111.jpg)