Sabtu, 30 Mei 2026

Saat Erick Thohir Bangun Jalan Setapak untuk Kampung Bunga

Ssebelum jalan setapak warga ini dibangun, kondisi jalan yang menurun cukup curam membuat warga acap kali terpeleset.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Ist
Yayasan Erick Thohir melanjutkan aksi sosial dengan membuat jalan setapak di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung. Lokasi tersebut dihuni oleh 20 kepala keluarga. 

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG- Keberadaan fasilitas umum (Fasum) yang layak bagi masyarakat menjadi perhatian serius program social healing yang dilakukan Yayasan Erick Thohir pada 8 provinsi di Pulau Sumatera.

Seperti gerakan social healing yang dilakukan di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung dengan membangun jalan setapak yang dihuni oleh 20 kepala keluarga tersebut.

Jalan sepanjang 150 meter dengan lebar 1,5 meter yang berada di RT07/RW01 dan menjadi penghubung ke jalan utama desa menjadi awal warga berprofesi petani bunga.

Siti Khalifah (25) mengaku hampir terjatuh dari motor ketika akan mengantar sang suami untuk bekerja.

Sebab, sebelum jalan setapak warga ini dibangun, kondisi jalan yang menurun cukup curam membuat warga acap kali terpeleset.

"Saat kondisi hujan atau setelah hujan, jalan tanah dan berpasir menjadi sangat licin, untuk dilintasi motor atau pejalan kaki," kata wanita yang akrab disapa Ifah itu, Rabu (10/11/2021).

ssambut baaik
Petani menyambut baik sumbangsih Yayasan Erick Thohir.

Ifah mengakui dengan pembangunan jalan yang tidak hanya di pavling block, tetapi juga struktur tanah yang dibuat landai, menjadi sangat nyaman untuk dilintasi.

Bahkan, kata dia, memberikan dampak pada peningkatan perekonomian keluarga.

"Sebelum di bangun jalannya, ruang gerak kami terbatas ketika ingin ke kebun atau ke pasar untuk jual kembang (bunga tabur). Nah, sekarang pembeli yang mau datang bisa ke rumah kami tidak lagi takut ketika cuaca mendung atau hujan sekalipun," ujar dia sembari bersyukur lantaran ramai yang datang.

Sementara itu, di bawah teriknya matahari, Tubini (56) mengenakan kaos lengan panjang dan topi capingnya terlihat sibuk nge-ramban kembang pohon pacar setinggi 50-60 cm tersebut.

Profesinya sebagai petani atau buruh petik sudah cukup lama dilakoninya. Bahkan, menjadi penghasilan utama warga Kelurahan Gunung Terang.

Meski belakangan sudah tidak lagi.

Dulu, katanya, jumlah warga yang meramban atau memetik bunga cukup banyak. Bisa mencapai 10 orang sekali petik.

"Sedikit banyak perkebunan bunga ini membantu kebutuhan perekonomian masyarakat, walau hanya sekedar membeli paket internet untuk anak sekolah, ya bisa,"serunya.

Yudi, (42) pedagang perlengkapan kebutuhan jenazah, mengatakan lebih suka turun langsung membeli dan ikut memetik bunga pohon pacar untuk memenuhi dagangannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved