Minggu, 19 April 2026

Usaha Produksi Replika Pedang Samurai di Banyuwangi Raup Omzet Puluhan Juta

Muhammad Rijal Said, berhasil meraup omset Rp 40 juta per bulan dari pembuatan replika pedang samurai.

Editor: Erik S
Foto Istimewa Humas Pemkab Banyuwangi
Ipuk Fiestiandani saat melihat proses pembuatan replika pedang samurai. 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI - Muhammad Rijal Said, berhasil meraup omset Rp 40 juta per bulan dari pembuatan replika pedang samurai.

Rijal adalah seorang pengusaha muda (26) yang berasal dari Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dari tangan kreatifnya kini dia berhasil meraup omset Rp 40 juta per bulan dari pembuatan replika pedang samurai.

Berawal dari kegemarannya pada anime (karya animasi khas Jepang), Rijal memanfaatkan limbah kayu jati menjadi replika pedang samurai yang dia pasarkan melalui market place, dan ternyata banyak diminati.

Baca juga: Tinggal di Desa Bergaji Ibu Kota, Ini Cara 3 Pengusaha Lokal Dulang Omzet Ratusan Juta

Produknya dibeli penggemar anime Jepang dari berbagai kota di Indonesia, mulai Surabaya, Jakarta, Bandung, hingga kota-kota lainnya.

"Saya suka anime. Awalnya modal Rp 50.000, saya buat sendiri pedang samurai dari limbah kayu jati," kata Rijal, saat berbincang dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang datang ke tempat usahanya, akhir pekan lalu.

"Setelah itu saya coba jual online ternyata langsung laku. Dari situ saya memberanikan diri untuk fokus ke usaha ini," tambahnya.

Rijal memulai usahanya pada 2017. Awalnya semua dia kerjakan sendiri.

Baca juga: Ini Alasan Pria Lembang Pilih Jadi Nasabah BRI hingga Jadi Pengusaha Beromzet Ratusan Juta Per Bulan

Satu replika pedang samurai buatannya dibanderol Rp 200.000 hingga Rp 250.000 melalui “Cacaek Shop Handmade” di marketplace seperti Shopee.

Hingga sekarang bahan baku membuat replika pedang tersebut masih dari limbah kayu jati yang dia dapat dari pengusaha mebel sekitar desanya.

"Karena pesanan mulai banyak, saya merekrut teman-teman saya, sampai sekarang punya 6 pegawai," jelasnya.

Menurut Rijal, biasanya orang membeli produk buatannya untuk untuk properti cosplay, hiasan, atau mainan anak-anak.

Selain mengunjungi produksi replika pedang samurai, di Desa Barurejo, Bupati Ipuk juga mengunjungi produksi konveksi pakaian kekinian yang diproduksi anak-anak lulusan SMK.

"Mulai celana, kemeja, dan lainnya ini dikerjakan oleh lulusan SMK. Kami memiliki 22 penjahit anak-anak muda lulusan SMK di desa ini," kata Fatah Deden Hidayat (32), pemilik konveksi.

Mereka bisa menghasilkan ribuan pakaian, yang telah tersebar ke berbagai daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved