Perampokan di Empat Lawang, Petani Kopi Dianiaya dan Istrinya Dirudapaksa, Ada 5 Pelaku Bertopeng
Kasus perampokan keluarga petani kopi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap. Korban dianiaya.
Ia menjelaskan, usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung meninggalkan lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
Sedangkan kedua korban ditemukan warga dan mendapatkan pertolongan.
"Setelah melakukan aksinya 5 pelaku langsung kabur meninggalkan korban di lokasi. Kemudian warga datang mendapati M dan DE di lokasi langsung membawa korban yang tangannya masih dalam keadaan terborgol beserta istrinya ke Polsek Pendopo untuk mendapatkan pertolongan," ucap Yusuf dikutip dari TribunSumsel.com, Rabu (17/11/2021).
Bersama anggota polisi, M diantar ke klinik Zahira Medika untuk berobat lalu dijemput oleh pihak Polsek Ulu Musi untuk dimintai keterangan.
Yusuf menambahkan, pelaku juga mengambil sejumlah barang.
Seperti kopi yang ada di pondok sekitar 200 kg, 1 unit sepeda motor honda supra fit, uang tunai Rp700 ribu, dan 1 unit handphone Nokia.
Baca juga: Perampokan di Gudang Rokok Menewaskan Security, Uang Rp 270 Juta Milik Perusahaan Raib
1 Pelaku diamankan
Empat bulan berlalu setelah aksi perampokan dan rudapaksa, seorang pelaku berhasil diamankan.
Ia pemuda 27 tahun berinisial RS.
RS tercatat sebagai warga Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam.
Ia menerima tembakan pada bagian kaki sebelah kanan karena sempat mencoba kabur pada saat penangkapan Kamis (11/11/2021) lalu.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Patria Yuda Rahadian membenarkan penangkapan pelaku.
Ia menjelaskan, RS terbukti terlibat dalam kasus ini.
"Untuk tersangka RS memukul korban memakai kayu," katanya, dikutip dari TribunSumsel.com.
Selain tersangka juga diamankan berbagai barang bukti berupa borgol, kain yang digunakan untuk menutupi mata korban, serta pakaian korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pencurian-111.jpg)