Sampan yang Ditumpangi 5 Pemancing Terbalik di Selat Bali, Begini Kronologinya

Sampan yang terbalik itu berada kurang lebih 300 meter dari bibir pantai

Editor: Eko Sutriyanto
Satpolairud Polres Jembrana
Evakuasi sampan oleh Satpolairud Polres Jembrana, Sabtu 4 Desember 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali I Made Ardhiangga Ismayana 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Perahu yang ditumpangi 7 pemancing asal Banyuwangi terbalik di perairan selat Bali, Sabtu 04 Desember 2021, sekira pukul 14.00 Wita.

Mereka yang menjadi korban adalah  A'an Nur Hakiky, 29 tahun, Aria Kusuma Samsu, 31 tahun, Dwi Jatmiko, 29 tahun, Ahmad Novi Handoko, 31 tahun, Arif Wahyudi, 31 tahun, Hariyanto, 56 tahun dan Haryono 55 tahun.

Korban terombang-ambing dan berhasil diselamatkan di perairan Selat Bali wilayah Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya, Jembrana.

Kecelakaan laut dengan satu unit sampan nelayan terbalik saat memancing ikan dengan posisi dari pinggir pantai kurang lebih 300 meter dari bibir pantai dengan Kordinat E.114°.25'.21,77"  S.8°10'.6 35".

Kasatpolair Polres Jembrana, AKP I Putu Raka Wiratma mengatakan, penumpang sampan, yakni lima pemancing satu kru dan nakhoda sampan selamat.

Baca juga: Aturan PPKM Jawa-Bali Level 3, 2, dan 1 pada Kegiatan Pusat Perbelanjaan atau Mall

Semua penumpang kapal dalam kondisi sehat.

“Ke tujuh penumpang baik penumpang dan nakhoda dan kru semuanya selamat,” ucapnya Sabtu 4 Desember 2021.

Dijelaskannya, awal kejadian sendiri terjadi pada Sabtu 04 Desember 2021, sekira pukul 08.00 Wita, ketujuh korban dengan 1 unit sampan Hani Adiatia, pergi melaut dari pesisir pantai boom, Banyuwangi Jawa Timur dengan tujuan memancing ikan di perairan selat Bali.

Kemudian, sekira pukul 14.00 Wita, di perairan selat bali korban, A'an Nurhakiky sedang strike atau menarik ikan.

Malangnya, korban yang lain penasaran dan melihat ikan di lambung sebelah kiri sampan.

Sehingga mengakibatkan sampan miring ke kiri dan terbalik. 

“Dari kejadian ini ke tujuh korban jatuh ke laut, dan segera mendapat pertolongan oleh warga nelayan Gilimanuk,” jelasnya.

Baca juga: Dukung Pariwisata Super Prioritas, Kemenhub Siapkan Kapal Wisata Bottom Glass

Ia menambahkan, bahwa perahu yang berukuran panjang 9 meter dalam keadaan katir bagian kiri (penyeimbang) patah, serta peralatan menangkap ikan dan perlengkapan lain hilang.

Dengan Kejadian tersebut Anggota Sat Polairud Gilimanuk dengan menggunakan K.P XI - 2006 Tanjung Rening dengan Komandan Kapal Bipka I Kade Suantaka  berserta anggota dan Nelayan melakukan Pertolongan kepada Korban dan melakukan evakuasi terhadap Sampan yang selanjutnya di bawa pinggir Pantai.

“Kerugian materiil yang diakibatkan kejadian sebesar Rp 7.000.000. Selanjutnya sekira pukul 17.30 Wita, lima penumpang atau pemancingdiizinkan pulang ke Banyuwangi dengan naik KMP Gilimanuk I. Sedangkan untuk dua orang yang merupakan nakhoda dan kru sampan masih menjaga sampannya di pesisir pantai di Gilimanuk,” bebernya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul BREAKING NEWS Tujuh Pemancing Asal Banyuwangi Tenggelam di Selat Bali

Sumber: Tribun Bali
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved