Rabu, 6 Mei 2026

Agen Perjalanan Pekerja Imigran Ilegal dari Sumatera Utara ke Malaysia Jadi Tersangka

Agen perjalanan yang membawa puluhan pekerja migran ilegal (PMI) asal Indonesia dari Kabupaten Batubara menuju Malaysia ditetapkan sebagai tersangka.

Tayang:
Editor: Erik S
dok
Ilustrasi Agen perjalanan yang membawa puluhan pekerja migran ilegal (PMI) asal Indonesia dari Kabupaten Batubara menuju Malaysia ditetapkan sebagai tersangka. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Agen perjalanan yang membawa puluhan pekerja migran ilegal (PMI) asal Indonesia dari Kabupaten Batubara menuju Malaysia ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangk tersebut akibat tenggelamnya kapal yang menyebabkan penumpang meninggal dunia.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka terkait insiden tersebut.

Adapun peran tersangka sebagai agen perjalanan dan berperan mengamankan pemberangkatan kapal.

Selain itu, mereka juga sudah memeriksa 18 orang saksi.

Baca juga: Hanya Gunakan Potongan Bambu, Warga Cari Bocah Tenggelam di Toraja Utara

"Sudah ada 18 saksi yang diperiksa dan beberapa orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (1/1/2022)

Sistem keberangkatan para tenaga kerja ilegal nahas itu yakni berangkat menggunakan agen dari pelabuhan tikus di Batu Bara kemudian ditempatkan di sebuah penampungan.

Setelah itu mereka menunggu jadwal keberangkatan ke negara tujuan menggunakan kapal.

Baca juga: TNI AL Dalami Tuduhan Keterlibatan Oknum Prajuritnya Terkait Tenggelamnya Kapal TKI Ilegal

Untuk biaya pemberangkatan perorangan pekerja migran pihak agen mematok harga berkisar Rp10 juta hingga Rp11 juta untuk diberangkatkan ke Malaysia melalui pelabuhan tikus di Kabupaten Batubara.

Hasil pendalaman sementara penyebab tenggelamnya kapal tersebut diduga diakibatkan mesin pompa penyedot air rusak dan kelebihan kapasitas.

"Terjadi kebocoran karena mesin pompa air tak bekerja dan muatannya berlebih," tuturnya.

Saat kejadian ada dua kapal yang berangkat menuju Malaysia dari pelabuhan tikus di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Satu kapal berisi 60 penumpang dan satunya lagi berisikan 30 orang yang tenggelam.

Sampai saat belum diketahui pasti berapa korban tewas yang ditemukan.

Menurut informasi jumlahnya berkisar 10 orang dan lainnya hilang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved