Minggu, 31 Mei 2026

Harga Minyak Goreng dan Telur di Pasar Gede Solo Belum Juga Turun

pantauan di Pasar Gede Kota Solo, harga telur ayam ras, di Pasar Gede Kota Solo per kilogramnya berkisar Rp 28.000-Rp 30.000

Tayang:
Editor: Sanusi
Mikael Dafit Adi Prasetyo
indarti, pedagang minyak dan telur di Pasar Gede Solo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Harga telur dan minyak goreng masih belum juga turun.

Berdasarkan pantauan di Pasar Gede Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/12/2021) sore harga telur ayam ras, di Pasar Gede Kota Solo per kilogramnya berkisar Rp 28.000-Rp 30.000 yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 26.000 per kilogram.

Selain telur ayam ras, untuk telur ayam kampung dijual dengan harga Rp 2.500 per butir.

Baca juga: Harga Sembako Naik, Produsen Roti di Karanganyar Perkecil Ukuran Untuk Tekan Biaya Produksi

“Harga telur saat ini memang tidak stabil, situasinya naik turun. Dari dua hari ini sudah naik kemarin sampai Rp 30.000 per kilogram. Sebelumnya cuma Rp 26.000 per kilogramnya,” kata Indarti, salah satu pedagang di Pasar Gede, Solo.

Indarti menambahkan, naiknya harga telur ini terjadi lantaran permintaan dari masyarakat terutama saat momen natal dan tahun baru ini sangat tinggi.

Baca juga: Sempat Tembus Rp 100.000 Per Kg, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Gede Turun Jelang Tutup Tahun

Selain telur, harga minyak goreng curah juga terpantau naik menjadi Rp 20.000. Lalu untuk minyak goreng kemasan eceran seperti merk sanco dijual sekitar Rp 22.000 sedangkan merk fortune Rp 20.000 yang sebelumnya harga minyak goreng sanco hanya Rp 15.000, merk fortune Rp 12.000. Minyak goreng eceran curah sebelum harga naik berkisar antara Rp 11.000-Rp 12.000 per kilogram.

Selain masih di situasi pandemi Covid-19, menurut keterangan dari Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan, ketidakstabilan harga pangan di pasaran terutama minyak goreng disebabkan karena naiknya harga minyak sawit.

“Selain permintaan masyarakat, ada beberapa faktor lain yang berpengaruh pada ketidakstabilan harga di pasaran, seperti momen natal dan tahun baru ini yang dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal IKAPPI Reynaldi Sarijowan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved