Jumat, 29 Agustus 2025

Janda Muda di Jember Aniaya Anaknya Usia 6 Tahun hingga Tewas, Sebelumnya Pernah Buat Pernyataan

Seorang bocah berinisial RS (6) di Jember, Jawa Timur meninggal dunia setelah dianiaya oleh ibu kandungnya.

Editor: Daryono
Pixabay.com
Ilustrasi tewas - Seorang bocah berinisial RS (6) di Jember, Jawa Timur meninggal dunia setelah dianiaya oleh ibu kandungnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang bocah berinisial RS (6) di Jember, Jawa Timur meninggal dunia.

Ia meninggal setelah mendapat penganiayaan dari ibunya, IR (27).

Korban yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD) itu meninggal dunia pada Selasa (4/1/2022).

RS meninggal karena mengalami sesak napas dan mual.

Kasus ini terungkap dari kecurigaan warga yang merasa janggal dengan kematian korban.

Kronologi kejadian

Mengutip Surya, warga sekitar merasa janggal dengan kematian RS.

Mereka menduga RS meninggal karena mendapat tindak kekerasan dari sang ibu.

RS sempat dibawa ke bidan pada Senin (3/1/2022).

Baca juga: Diejek Tak Mampu Beli Minuman Bermerek, 2 Pria di Semarang Aniaya Tetangga Pakai Botol Miras

Baca juga: Pria di Malang Bacok Ayah Kandung Hingga Tewas, Diduga Kondisi Kejiwaan Pelaku Terganggu

Namun, ia menghembuskan napas terakhir pada keesokan harinya.

"Tak lama setelah meninggal, kami mendapat laporan dari Pak Kades yang mendengar keresahan dan kecurigaan warga sekitar. Ada Dugaan bocah ini mengalami tindak kekerasan," kata Kapolsek Sumberbaru, AKP Fatchur Rahman, Rabu (5/11/2022).

Mendapat laporan itu, polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian sekira pukul 02.30 WIB.

Petugas lalu memeriksa sejumlah orang, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah RS.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap IR, ibu korban.

Sang ibu akui pukul anaknya

Kepada polisi, IR mengaku telah memukul anaknya.

Pemukulan tersebut dilakukan sekitar empat hari sebelum RS meninggal dunia.

"Si ibu mengakui telah memukul si anak, tapi dia ngakunya mukul di tangan dan kaki," ungkapnya.

Namun, pengakuan IR berbeda dengan hasil autopsi.

Dari hasil autopsi petugas medis menemukan luka di kepala korban.

Ada empat titik luka benturan di kepala RS.

"Dari hasil autopsi ada pembengkakan dan pendarahan di otak, ada empat titik luka memar di kepala. Kemungkinan kepala dibenturkan."

"Hal ini sesuai dengan keterangan tetangga yang mendengar ada suara jeduk dari rumah itu beberapa hari sebelum korban dibawa ke bidan sampai akhirnya meninggal dunia," papar Fatchur, dilansir Surya.

Baca juga: Pamit Jaga Kebun, Petani di Banyuasin Ditemukan Tewas Tergeletak Keesokan Harinya, Istri Syok

Baca juga: POPULER Regional: Janda Muda Habisi Anaknya | Sosok Sekdes yang Beri Hadiah Mobil Mewah Anaknya

Pernah buat pernyataan tak aniaya korban lagi

IR diketahui seorang janda setelah suaminya meninggal dunia tahun lalu.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata sebelumnya IR pernah menganiaya korban.

Ia sudah membuat surat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatannya lagi.

"Hasil pemeriksan kami, pada Oktober 2021, si ibu ini juga pernah melakukan tindak kekerasan kepada RS, anaknya yang kemarin meninggal."

"Awalnya, guru RS yang tahu, kemudian si ibu diminta pernyataan di balai desa untuk tidak mengulangi perbuatannya." ujar Kapolsek.

Namun, rupanya aksi penganiayaan terhadap RS kembali terulang.

Kali ini IR menganiaya anaknya hingga nyawanya tak tertolong.

Baca juga: Rudapaksa Gadis ABG, Pemuda di Lampung Diringkus Polisi setelah Menghilang 1,5 Tahun

Sebelumnya kakak korban juga meninggal

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, ternyata ada cerita di masa lalu terkait anak pertama IR.

Kakak korban meninggal pada 2016, diduga juga menjadi korban penganiayaan IR.

Sebab, warga melihat ada luka lebam di tubuh kakak korban saat itu.

Namun, warga tak melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Ternyata juga ada cerita dari masa lalu yang terkuak kemarin, saat kami melakukan penyelidikan awal."

"Anak pertama ibu IR ini, atau kakak korban. Usia selisih tiga tahunan dari korban juga meninggal dunia, dia meninggal tahun 2016."

"Warga melihat ada lebam juga ditubuhnya ketika itu, namun tidak ada laporan ke kepolisian, jadi tidak tahu secara pasti penyebab kematian si anak," ungkapnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Bocah di Jember Meninggal Dunia, Diduga Usai Dipukul Ibu Kandungnya, Para Warga Ungkap Hal Ini

Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Seorang Ibu Beberapa Kali Melakukan Tindak KDRT Terhadap Putranya hingga Meninggal

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, Surya.co.id/Sri Wahyunik)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan