Sabtu, 30 Agustus 2025

Jasad Seorang Ustaz di Subang Tetap Utuh Meski Sudah Dikuburkan 17 Tahun: Ini Sosoknya Semasa Hidup

Jasad Ustaz Muhya Bin Rudia di Subang, Jawa Barat, diberitakan tetap utuh meski sudah dikuburkan 17 tahun.

Editor: Erik S
Screenshot
Tangkapan layar proses pengangkatan jasad guru ngaji sekaligus ajengan yang masih utuh meski sudah 17 tahun terkubur yang diunggah akun Facebook Ahmad Faqot, Jumat (14/1/2022) lalu. 

Ia keluar masjid lalu duduk hingga pingsan di masjid karena mengalami darah tinggi.

Baca juga: Camat Ungkapkan Alasan Pasangan Suami Istri di Jawa Tengah Simpan Jenazah Anak Selama 2,5 Bulan

Namun, saat dibawa ke rumahnya, sang Ajengan tak bisa tertolong dan meninggal dunia.

Selain cara meninggalnya dalam keadaan mulia, terungkap akhlak lainnya yang menjadi perbincangan warga.

Terutama soal kabar bahwa sang Ajengan pernah menolak menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan memilih hidup biasa.

Banyak yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan bentuk sikap dirinya tidak ingin mengejar duniawi.

Video penampakan jasad utuh Ustaz Muhya Bin Rudia viral

Sebelumnya, video penampakan jasad utuh Ustaz Muhya Bin Rudia viral di media sosial.

Video berdurasi 2 menit 50 detik diunggah akun Ahmad Faqot pada Jumat (14/1/2022) lalu.

Dalam video tersebut, terlihat proses pemindahan makam.

"Subhaanalloh, guru saya Ajengan Muhya bin Rudia sudah 17 tahun dikubur."

"Tubuhnya dicopot dan masih utuh. Di Kampung Cikadu Tanjungsiang Subang Selatan," tulis akun Facebook Ahmad Faqot dalam postingannya.

Saat dikonfirmasi, pengunggah video tersebut, Ahmad Faqot menerangkan, aktivitas dalam video tersebut banar merupakan aktivitas pemindahan jasad Kyai atau Ajengan tersebut.

"Betul, pemimdahan makam Ajengan (Ust) Muhya bin Rudia, warga Desa Tanjungsiang Kecamatan Tanjungsiang. Almarhum adalah guru ngaji saya."

"Saya tiga tahun belajar ngaji di Ajengan Muhya," kata Ahmad Faqot.

Baca juga: Iringi Jenazah Anaknya, Pria di Bojonegoro Malah Jadi Korban Salah Tangkap, Sempat Dipukul Petugas

Pemindahan makam Sang Ajengan merupakan inisiatif warga bersama keluarga, sebab katanya, tempatnya dinilai tidak layak, karena berdekatan dengan dengan kandang ternak domba milik warga sekitar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan