Kamis, 4 Juni 2026

Ayah dan Dua Anaknya Bunuh Petani di Tempat Pemancingan, Jasad Korban Ditemukan Mengapung

Ayah dan dua anaknya nekat menghabisi nyawa seorang petani di tempat pemancingan ikan di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

Tayang:
kantipurnetwork.com
Ilustrasi Pembunuhan - Ayah dan dua anaknya nekat menghabisi nyawa seorang petani di tempat pemancingan ikan di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNNEWS.COM - Ayah dan dua anaknya nekat menghabisi nyawa seorang petani.

Peristiwa itu terjadi di tempat pemancingan ikan di Desa Watanrumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (13/4/2022).

Korban dihabisi oleh ketiga pelaku menggunakan parang.

Jasad korban kemudian ditemukan mengapung di tempat pemancingan.

Saat ini, polisi telah mengamankan seorang pelaku, sedangkan dua lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah mengatakan, pembunuhan didalangi oleh 3 orang itu dipicu gara-gara batas tanah.

"Persoalan itu berawal karena persoalan batas tanah. Pelaku melakukan penganiyaan terhadap korban menggunakan parang," katanya, kepada Tribun Timur, Jumat (15/4/2022).

Baca juga: Etikus Endang Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci dari Luar, Polisi Buru Suami Korban

Baca juga: Terduga Pembunuh Mahasiswa Kedokteran di Pasuruan Peragakan Adegan Kejadian, Ini Tampangnya

Salah satu pelaku, yakni Kamaruddin (23) telah ditangkap aparat kepolisian.

Sementara dua pelaku lainnya yakni Kale (67) dan Jaya Arianto (21) masih dalam pengejaran polisi.

Mantan Wakapolres Minahasa Selatan itu menyebutkan, dua pelaku lainnya berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Dua pelaku masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO."

"Kami meminta agar pelaku segera menyerahkan diri karena kami akan mengejar di mana pun berada," katanya.

Islam menyebutkan, ketiga pelaku adalah bapak dan dua anaknya.

Selain mengamankan salah satu pelaku, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dan pakaian berlumuran darah yang digunakan korban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved