Mudik Lebaran 2022
Ratusan Warung Dadakan Berdiri di Jalan Pantura Karawang
Enih mengaku setiap harinya mendapatkan untung Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu puncak mudik dan arus balikmendapatkan untung Rp 500 ribu sehari
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Ratusan warung dadakan bermunculan di sepanjang jalur arteri Pantura Karawang.
Warung yang terbuat dari bambu dan terpal.
"Ini baru dagang kembali, sejak mudik dilarang karena corona," kata Enih (42) pedagang asal Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Selasa (26/4/2022).
Enih mengungkapkan, ini merupakan tahun ke duanya berjualan untuk menyambut pemudik di jalan arteri.
Tiga tahun sebelumnya ia juga pernah berjualan, namun tahun berikutnya ada larangan mudik karena Covid-19, ia tidak berjualan.
Baca juga: Mitsubishi Sediakan 11 Posko Mudik di Sepanjang Jalur Pantura
"Awalnya juga saya diajak oleh tetangga," katanya.
Untuk membuka usaha itu, kata Enih, ia membawa modal Rp 2 juta.
Ia menjajakan minum dingin, mie rebus, dan kopi.
Warungnya buka selama 24 jam.
"Pagi sampai malam itu saya yang jaga, sedangkan malamnya sampai pagi itu suami saya, " katanya.
Enih mengaku setiap harinya mendapatkan untung Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.
Tetapi ketika puncak mudik dan arus balik itu sehari ia bisa mendapatkan untung hingga Rp 500 ribu.
"Kalau mudik ya di sini, nanti kalau arus balik warungnya pindah ke seberang jalan.
Selama dibuka biasanya dapat Rp 5 jutaaan, " katanya.
Sehari-hari Enih hanya ibu rumah tangga sedangkan suaminya merupakan penjual mobil bekas di rumahnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ratusan Warung Dadakan Bermunculan di Jalur Mudik Pantura Karawang, Bisa Dapat Untung Rp 5 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/warung-dadakan1.jpg)