Berita Viral
Pengakuan Guru SMAN 1 Purwakarta setelah Dihina Siswa, Disorot Mendikdasmen dan Dedi Mulyadi
Menteri Abdul Mu'ti pastikan kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang merendahkan guru selesai, sementara sang guru Syamsiah memilih memaafkan.
Ringkasan Berita:
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang merendahkan guru telah ditangani sesuai aturan.
- Guru PKN Syamsiah, yang menjadi korban, memilih memaafkan para siswa meski sempat merasa sedih atas perlakuan tersebut.
- Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran agar siswa lebih beradab dan menghormati guru.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyoroti tindakan para siswa SMAN 1 Purwakarta yang dinilai merendahkan guru.
Dalam video yang beredar para siswa mengacungkan jari tengah ke guru perempuan serta mengolok-oloknya di dalam kelas.
Abdul Mu'ti memastikan pihak sekolah telah menangani insiden tersebut dengan aturan yang berlaku.
"Sudah ada laporannya dan sudah diselesaikan. Anak-anak itu kan sudah minta maaf kepada gurunya dan sudah kita selesaikan sesuai dengan peraturan menteri tentang sekolah aman dan nyaman," ungkapnya di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Ia berharap kasus serupa tak terjadi dan meminta para siswa menghormati guru.
Sementara itu, guru perempuan bernama Syamsiah mengaku tidak menaruh dendam kepada para siswa meski video beredar luas di media sosial.
Guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) tersebut tidak menyadari direkam para siswa.
"Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain," tuturnya, Senin, dikutip dari TribunJabar.id.
Selama 23 tahun mengajar, Syamsiah baru pertama kali mendapat tindakan tidak mengenakkan dari siswa.
"Sedih itu manusiawi, tapi keimanan saya jadikan obat untuk menyembuhkan luka hati, agar anak-anak saya selamat dunia akhirat," lanjutnya.
Baca juga: Mendikti Saintek Bakal Mobilisasi Guru Besar Garap Proyek Giant Sea Wall
Kini Syamsiah telah memaafkan para siswa dan tidak akan memperpanjang insiden ini ke ranah hukum.
"Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya."
"Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak," ucapnya.
Ia yakin para siswa dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik.