Cerita Pilu Mahasiswi Dirampok dan Dirudapaksa di Lubuklinggau, Uang untuk Biaya Wisuda Raib
Seorang mahiswi menjadi korban perampokan dan rudapaksa di rumahnya, Lubuklingau, Sumatera Selatan.
Penulis:
Adi Suhendi
Wiwik tetangga depan rumah Bunga ketika mendengar orang berteriak langsung keluar.
Seketika itu Wiwik melihat Bunga menangis langsung bertanya dan menghampirinya.
Setelah mendengar cerita Bunga, Wiwik meminta tolong kepada tetangga lainnya, suasana kampung yang semula sepi tiba-tiba langsung ramai.
Puluhan warga yang mendengar berita itu langsung kumpul.
Kemudian ada yang langsung memanggil kedua orang tua Bunga dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Lubuklinggau Utara.
"Saat kami tanya pelaku disekap dalam kamar dan tangannya serta mulutnya dibekap, lalu pelaku melakukan itu (pemerkosaan)," ungkap Wiwik.
Menurut penuturan Wiwik saat mereka tanya pelaku tidak menggunakan penutup wajah dan diduga bukan warga setempat, karena korban tidak mengenal sama sekali pelaku.
"Korban tidak kenal sama sekali," ungkapnya.
Ciri-ciri pelaku
Menurut Wiwik pelakunya hanya satu orang dan tidak dikenal Bunga sama sekali.
Ciri-ciri pelaku berdasarkan penuturan korban tidak memakai tutup wajah.
"Tidak kenal tapi katanya pelakunya agak gemuk, (korban) kami tanya tidak kenal," ungkap Wiwik.
Sementara Yana ibu Bunga menuturkan selama sehabis Lebaran Idul Fitri tidak ada hal-hal yang mencurigakan, bahkan orang yang bertamu ke rumahnya tidak ada.
"Dari sebelum lebaran sampai sekarang tidak ada temannya dari luar datang yang ada orang sinilah (teman sekampung," ungkapnya.
Baca juga: Sopir Truk Sawit Ditodong Perampok Berpistol, Korban Diikat Lalu Dibuang di Labuhanbatu
Yana mengingat-ingat orang yang sering berkunjung ke rumahnya tidak ada orang luar, melainkan teman-teman sekampung Bunga.