Penyakit Mulut dan Kuku

904 Ternak di Lombok Tengah Terjangkit PMK, BupatiSebut Siapkan Anggaran untuk Obat Gratis

Diketahui wabah PMK menyerang pada hewan ternak sapi, telah terkonfirmasi hingga 904 kasus dan tersebar di sembilan kecamatan di Lombok Tengah.

Editor: Garudea Prabawati
istimewa
Ilustrasi sapi 

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK TENGAH - Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menyebut akan memberikan pengobatan gratis bagi ternak yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Seperti diketahui PMK kini kian masif menjangkiti ternak-ternak yang ada di Lombok Tengah.

Lalu Lalu Pathul Bahri pun menekankan PMK bukan hanya persoalan Lombok Tengah, namun nasional.

Diketahui wabah PMK menyerang pada hewan ternak sapi, telah terkonfirmasi hingga 904 kasus dan tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Lombok Tengah.

Baca juga: Wabah PMK di Lombok Tengah Meningkat Jadi 904 Kasus

Baca juga: Wabah PMK di Lombok Tengah Meluas Sampai 9 Kecamatan, 904 Ekor Hewan Ternak Terjangkit

Maka guna menanggulangi penyebaran wabah tersebut, pihaknya akan menganggarkan pembelian obat untuk penyakit PMK tersebut.

"Guna mencegah penyakit ini, kita akan alokasikan anggaran untuk obat dan sebagainya kepada peternak secara gratis," kata Pathul Bahri.

Di mana alokasi anggaran tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 70 juta untuk pembelian dan akan disiapkan untuk kejadian luar biasa.

Sementara itu, terkait hewan yang mati akibat dari Wabah PMK ini, direncanakan akan mendapat penggantian.

"Tapi kalau ada asuransinya bisa kita berikan, kan ada asuransi untuk hewan ternak," lanjut Bupati Lombok Tengah tersebut.

Lebih lanjut, Lalu Taufikurrahaman, Kepala Dinas Pertanian menyampaikam bahwa peningkatan kasus ini terjadi akibat dari para peternak yang tidak disiplin melakukan dan menerapkan isolasi pada hewan ternaknya.

"Sehingga wabah ini akhirnya menyebar dan meluas kemana-mana," terangnya.

Namun pihaknya optimis, ketika hewan-hewan ternak yang terpapar itu mendapat pengobatan, maka akan dapat disembuhkan.

"Karena tingkat kesembuhan pada penyakit PMK ini cukup tinggi," pungkas Lalu Taufikurrahman.

(Tribunlombok.com Lalu M Gitan Prahana)

Sumber: Tribun Lombok
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved