Minggu, 31 Agustus 2025

FAKTA Lomba Ganti Seragam Pelajar SD di Tangerang: Dilakukan di Tempat Terbuka, Kepsek Minta Maaf

SDN Uwung Jaya Kota Tangerang menggelar lomba ganti baju seragam siswa baru saat pertama masuk sekolah. Lomba ini menuai polemik di masyarakat.

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
Tangkap layar kanal YouTube metrotvnews
Tangkap layar video lomba ganti seragam pelajar SD di Tangerang. Kegiatan ini pada akhirnya menimbulkan polemik hingga mendapatkan respons dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

TRIBUNNEWS.COM - Lomba ganti baju seragam pelajar SD mewarnai momen hari pertama masuk sekolah di Kota Tangerang, Banten.

Lomba tersebut diikuti puluhan siswa dan siswi baru yang bersekolah di SDN Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas.

Lomba ganti baju seragam yang digelar pihak sekolah merupakan bagian dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kegiatan ini pada akhirnya membuat heboh masyarakat dan memancing respons dari berbagai kalangan.

Termasuk dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyayangkan tindakan sekolah.

Berikut informasi lengkapnya dihimpun dari TribunJakarta.com dan kanal YouTube metrotvnews, Sabtu (16/7/2022):

Baca juga: Ratusan Siswa Baru SD di Tangerang Lomba Ganti Baju Saat MPLS, Dinas Pendidikan Beri Sanksi Keras

Awal mula

Diketahui, lomba ganti baju terjadi di halaman sekolah SDN Uwung Jaya, Senin (11/7/2022) kemarin.

Hari itu siswa dan siswi kelas 1 masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi untuk pertama kalinya

Dalam video yang beredar, lomba diawali saat para pelajar dibariskan secara rapi di tempat terbuka.

Mereka tampak menggunakan seragam dari TK-nya masing-masing.

Selanjutnya peserta lomba diminta mengganti seragam lama dengan seragam baru berwarna putih merah.

Siswa dan siswi beradu cepat mengeluarkan seragam baru dari dalam tas untuk dipakai.

Sementara Guru-guru SDN Uwung Jaya bertugas mengawasi saat lomba ganti seragam sedang berlangsung.

Pihak sekolah menyebut, sebelum digelar lomba sudah dilakukan pertemuan dengan orangtua siswa untuk meminta pendapat dan persetujuan.

Lomba ganti baju seragam juga rutin dilakukan di SDN Uwung Jaya setiap tahunnya.

Baca juga: FAKTA Siswi SD Disuruh Pulang saat Ujian, Baru Masuk Sekolah karena Tak Punya Seragam dan Ponsel

Kepala sekolah minta maaf

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Helmiati membenarkan SDN Uwung Jaya menggelar lomba ganti baju seragam.

Ia menyebut, semua anak kelas 1 baik putra maupun putri mengikuti lomba.

"Iya (siswa perempuan) semua anak kelas 1. Itu seluruh siswa kelas 1, ucap Helmiati.

Pihak sekolah beralasan lomba ganti baju seragam untuk melatih kemandirian siswa.

Mesipun demikian, menurut hemat Helmiati cara yang diambil sekolah tetap salah, meskipun tujuannya baik.

"Untuk melatih kemandirian, jadi ada lomba juara paling cepat pakai baju gitu sekaligus semacam seperti momen dimulainya masuk SD. Cuma itu kan tetap salah," paparnya.

Helmiati melanjutkan, Dinas Pendidikan Kota Tangerang sudah mengambil langkah tegas dengan menegur kepala sekolah dan pengawas SDN Uwung Jaya.

"Kepala sekolah juga sudah memberikan surat permohonan maaf untuk tidak mengulangi lagi atas kekeliruan ini," tandasnya.

Baca juga: Pemerintah Kota Blitar Tidak Lagi Berikan Seragam Gratis dalam Bentuk Pakaian Jadi kepada Siswa

Respons KPAI

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang menggelar lomba ganti baju pada saat acara MPLS, Senin (11/7/2022).
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang menggelar lomba ganti baju pada saat acara MPLS, Senin (11/7/2022). (Istimewa/TribunJakarta.com)

Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati memberikan responsnya soal lomba ganti baju seragam di SDN Uwung Jaya.

Rita menilai tidak tepat lomba semacam itu dijadikan rangkaian dalam kegiatan MPLS.

Tujuan MPLS menurut Rita, guna memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa-siswi baru.

"Mungkin maksudnya baik, tapi tidak tepat. MPLS kan untuk mengedepankan (interaksi) antar satu dengan yang lain."

"Aturannya (untuk melarang lomba ganti baju) memang enggak ada, tapi kan ada etikanya, ya itu salah satu yang harus dijaga. Dijaga cara berpakaian," urai Rita.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Berita lainnya seputar Kota Tangerang.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan