Jumat, 29 Agustus 2025

Kelompok Bersenjata di Papua

Pj Bupati Nduga Mengaku Tak Menyangka KKB Papua Berbuat Keji pada Warganya

Pemerintah Kabupaten Nduga mengucapkan turut berdukacita atas peristiwa menimpa 12 warga dan meminta maaf

Editor: Eko Sutriyanto
Dok. Humas Polda Papua via Tribun-Papua.com
Proses evakuasi korban pembantaian KKB dari Nduga ke Timika, Papua, Sabtu (16/7/2022) (kiri), sejumlah polisi dari Polres Mimika, Polda Papua mengawal jenazah korban kekejaman KKB di Nduga (kanan). 

Untuk kornan Alex saat ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU SP 1 Timika, sedangkan dua korban luka lainnya masih dalam perawatan medis di RSUD Mimika.

Dikutip dari Tribun-Papua.com, delapan jenazah korban kekejaman KKB di Kabupaten Nduga, Papua, dipulangkan ke kampung halaman masing-masing pada Minggu (17/7/2022).

 Pukul 08.00 WIT, dilakukan acara pelepasan jenazah di RSUD Mimika.

Kemudian, jenazah dibawa ke kargo Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Baca juga: FAKTA 10 Warga Sipil Dibantai KKB Papua, Kronologi hingga Daftar Identitas Korban

Selanjutnya, delapan jenazah korban dibawa ke kampung halaman masing-masing sesuai jadwal penerbangan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, menyesalkan kejadian tersebut.

Ia menegaskan, Polres Nduga yang di backup Satgas Damai Cartenz dan TNI terus mendalami latar belakang dari perbuatan KKB tersebut, dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Sangat keji, tidak pandang bulu, seorang pendeta yang harusnya kita hargai dan kita hormati harus menjadi korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata,” ujarnya, Minggu (17/7/2022), dilansir laman Divisi Humas Polri.

Kamal mengatakan, saat ini 11 orang korban di antaranya 9 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika sedangkan Pendeta Eliaser Baye diserahkan ke keluarganya di Kenyam.

“Jenazah Pendeta Eliaser Baye rencananya akan disemayamkan di Gereja GKI Kenyam,” imbuhnya.

Diberitakan Tribun-Papua.com, ada perbedaan antara Polda Papua dan Danrem 172/PWY soal dalang dari penyerangan KKB tersebut.

Egianus Kogoya (kiri) dan proses evakuasi warga sipil yang jadi korban pembantaian KKB Papua (kanan).
Egianus Kogoya (kiri) dan proses evakuasi warga sipil yang jadi korban pembantaian KKB Papua (kanan). (Tribun-Papua.com istimewa/Marselinus Labu Lela)

Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani meyakini pelaku penyerangan adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Danrem 172/PWY Brigjen J.O Sembiring menduga aksi itu dilakukan oleh kelompok lain.

"Kami duga kejadian ini dilakukan KKB pimpinan Army Tabuni," ujar Sembiring melalui keterangan tertulis, Sabtu.

Sebelumnya, Kombes AM Kamal menjelaskan, penyerangan yang dilakukan KKB itu terjadi di Kampung Nogolait pada Sabtu pukul 09.15 WIT.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan