TNI AL Berhasil Evakuasi 7 ABK Kapal Tenggelam di Selat Durian Karimun

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang berhasil mengevakuasi Anak Buah kapal (ABK) Tug Boat (TG) Dzakiyyah Marine 99.

Editor: Wahyu Aji
Dokumentasi Dinas Penerangan TNI AL
Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang berhasil mengevakuasi Anak Buah kapal (ABK) Tug Boat (TG) Dzakiyyah Marine 99 yang tenggelam di perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun, Minggu (24/7/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang berhasil mengevakuasi Anak Buah kapal (ABK) Tug Boat (TG) Dzakiyyah Marine 99 yang tenggelam di perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun, Sabtu (23//7/2022) kemarin.

Kapal Tug Boat tersebut tenggelam karena adanya cuaca buruk dan mengalami kebocoran pada bagian kapal.

Dalam informasi awal yang diterima Lanal Tanjung Balai Karimum (TBK), didapati kalau kapal Dzakiyyah Marine 99 hanyut di sekitar perairan pulau Rupat dengan kondisi daya apung 20 persen.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR TNI AL Lanal TBK segera melaporkan ke komando atas dan melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk melaksanakan evakuasi terhadap korban kapal tenggelam tersebut," tulis keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), dikutip Minggu (24/7/2022).

Setelahnya, tim mengirimkan Sea Rider dari Tanjung Balai Karimun menuju lokasi kejadian laka laut untuk melakukan Search And Rescue.

Dalam pelaksanaannya, tim SAR berhasil mengevakuasi 7 orang ABK Dzakiyyah Marine 99 dari MV Tanto Bersinar dalam keadaan selamat. 

Namun, saat itu kapal dan seluruh muatan sudah tidak dapat diselamatkan lagi dikarenakan sudah tenggelam.

"Selanjutnya Sea Raider yang membawa korban kembali menuju ke Lanal TBK untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim kesehatan beserta tim karantina Kesehatan serta mendata para ABK yang menjadi korban laka laut," lanjutnya.

Atas insiden ini, pihak TNI AL juga telah berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) untuk melakukan broadcasting.

Sedangkan untuk pihak pemilik kapal, akan menurunkan armadanya untuk melaksanakan evakuasi guna mengamankan alur pelayaran. 

Terkait kondisi ini, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono diberbagai kesempatan telah memerintahkan prajuritnya untuk berperan aktif secara profesional.

Yudo juga meminta agar para prajurit TNI AL dapat bergerak cepat dalam mendukung kegiatan atau membantu saat ada kejadian yang membuat penderitaan bagi rakyat.

"Sebagai salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga keberadaan prajurit TNI AL akan bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya," tukasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved