Breaking News:

Kabar NOS Mantan Polwan Eks Narapidana Teroris Setelah Bebas Bersyarat, Berikut Perjalanan Kasusnya

NOS, mantan Polwan Polda Maluku Utara yang bebas bersyarat setelah menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan penjara kini akan dibina oleh tokoh agama.

Editor: Dewi Agustina
Kolase: Tribunternate.com/Randi Basri, Tribun Jatim
(foto atas) Proses penangkapan NOS, Polwan Polda Maluku Utara yang diduga terpapar paham radikal oleh Polda Jatim di Bandara Juanda. (bawah) Tokoh agama dan masyarakat di Desa Madopolo, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara nyatakan siap bina eks napiter NOS (26). NOS kini telah bebas bersyarat dan akan dibina oleh para tokoh agama di kampung halamannya. 

TRIBUNNEWS.COM, TERNATE - Masih ingat NOS? Ya, NOS adalah mantan Polwan Polda Maluku Utara yang terlibat tindak pidana terorisme.

Menjadi terpidana tindak pidana terorisme, NOS harus menjalani hukuman selama 3 tahun 6 bulan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Banten untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Belum lama ini, tepatnya satu bulan lalu, NOS mendapatkan pembebasan bersyarat sehingga dia tak lagi menjalani pidana.

Usai mendapat pembebasan bersyarat, NOS langsung dipulangkan ke Halmahera Selatan, kampung halamannya pada Selasa (28/6/2022) sekira pukul 14.03 WIT.

Baca juga: Wawasan Kebangsaan Harus Diperkuat, Mahasiswa Disebut Rentan Disusupi Propaganda Radikal

Lalu bagaimana kabarnya kini?

Terkini, NOS dikabarkan akan dibina oleh para tokoh agama di kampung halamannya agar dia tak lagi terlibat dengan kelompok radikal.

Tokoh agama di Desa Madopolo, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyatakan siap membina eks narapidana teroris (Napiter) itu.

Salah satu tokoh agama yang juga warga Desa Madopolo, Kecamatan Obi Utara, Halmahera Selatan, ustaz Dahlan mengatakan, NOS yang merupakan penduduk asli di Desa Madopolo, Halmahera Selatan telah kembali kampung halamannya setelah menjalani hukuman karena pernah terlibat dengan kelompok Islam garis keras.

Ustaz Dahlan menjelaskan, NOS sudah menjalani masa hukumannya hingga dinyatakan bebas bersyarat.

Masyarakat Desa Madopolo menurutnya tetap menerima baik keberadaan NOS.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved