Sering Dimaki Karena Tidak Nafkahi Keluarga Selama 5 Tahun, Suami di Banten Bunuh Istrinya

Sakit hati karena sering dimaki karena faktor ekonomi, Adi tega membunuh istrinya Junaesih

Editor: Erik S
KOMPAS.COM/RASYID RIDHO
Polda Banten memaparkan kronologis pembunuhan yang mayatnya dibuang menggunakan karung di Serang Banten. Adi (37) membunuh istrinya, Junaesih (37) karena sakit hati sering dimaki korban 

TRIBUNNEWS.CON, SERANG- Sakit hati karena sering dimaki, Adi (37) tega membunuh istrinya Junaesih (37).

Jenazah Junaesih kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibuang di tempat sampah.

Baca juga: Kopda Muslimin Diduga Keracunan, Orang Tua Sebut Anaknya Meninggal karena Kecapekan Bukan Bunuh Diri

Selain sebagai suami istri, Adi dan Junaesih sebenarnya adalah keponakan dan paman.

Pernikahan mereka ditentang keluarga.

"Pelaku merasa sakit hati, karena sering mendapat umpatan dan makian dari korban," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga, Selasa (2/8/2022).

Adi dan Junaesih memiliki dua anak yang berusia 5 tahun dan 40 hari.

Faktor ekonomi

Adi membunuh istrinya karena sakit hati sering dimaki akibat tidak bisa menafkahi selama lima tahun menikah.

"Percekcokan di antara mereka sering terjadi dan bersitegang karena pelaku tidak bertanggung jawab dalam menafkahi keluarga, sehingga umpatan dan makian dari istri membuat pelaku sakit hati," kata Shinto.

Puncaknya, Jumat (29/7/2022) sekitar pukul 01.50 WIB di kontrakan di Kampung Jati Lio, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pelaku menghabisi nyawa istrinya dengan cara membekapnya.

Baca juga: Totok Mengamuk Hingga Membunuh Neneknya, Warga Menduga Sakit Gangguan Jiwa Pelaku Kambuh

"Selama lebih dari dua menit korban dibekap dan ditindih hingga korban tidak dapat bergerak dan kehabisan napas sampai akhirnya korban meninggal dunia," ujar Shinto.

Guna menghilangkan jejaknya, Adi rencananya membuang jasad istrinya dengan membeli dua karung plastik besar.

Sehingga, jasad istrinya sempat disimpan di dalam kamar rumah selama sehari untuk menunggu kondisi lingkungan aman dan sepi.

Saat dirasa aman, mayat yang sudah terbungkus karung dikeluarkan pada Sabtu (30/7/2022) pukul 03.00 WIB. Pelaku saat itu itu bingung belum tahu kemana mayat akan dibuang.

Baca juga: Pegawai Dinsos Muba Ditusuk Gunting, Pelaku Mengaku Mendapat Suara Gaib untuk Membunuh Korban

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved