Jumat, 29 Agustus 2025

Cerita 2 Bocah Dipaksa Makan Daun oleh Pemilik Kebun Sawit, Paman Korban: Diperlakukan seperti Hewan

Cerita 2 bocah dipaksa makan daun oleh pemilik kebun sawit terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Paman korban sebut diperlakukan seperti hewan

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Arif Fajar Nasucha
en.sun.mv
Ilustrasi 2 bocah dipaksa makan daun sawit oleh pemilik kebun di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Paman korban sebut keponakannya diperlakukan seperti hewan ternak. 

TRIBUNNEWS.COM - Cerita 2 bocah dipaksa makan daun oleh pemilik kebun sawit gegara merusak tanaman terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Paman kedua bocah bahkan menyebut keponakannya diperlakukan seperti hewan ternak.

Kini, kedua bocah dikabarkan mengalami trauma akibat dipaksa makan daun.

Pihak keluarga menilai tindakan pemilik kebun sawit berlebihan.

Sementara pihak desa akan turun tangan menyelesaikan masalah kedua belah pihak.

Kronologi kejadian

Baca juga: Dituduh Rusak Tanaman, 2 Bocah di Lampung Selatan Dipaksa Makan Daun

Dirangkum dari TribunLampung.co.id, kronologi kejadian berawal saat A (8) dan F (8) bermain di kebun sawit milik seorang warga berinisial Kam (39) pada 10 Juli 2022 lalu.

Lokasinya berada di Desa Karyamulyasari, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

A dan F yang sedang bermain tiba-tiba mencabut tunas pohon sawit.

Mengetahui tanamannya dirusak, Kam mendatangi kedua bocah SD tersebut.

Kam lalu memaksa A dan F untuk memakan daun sawit yang sudah diambilnya.

Kejadian ini pada akhirnya diketahui oleh pihak keluarga A dan F.

Baca juga: UPDATE Bocah SD Dipaksa Setubuhi Kucing, Pelaku Syok dan Ketakutan, Kasus Naik ke Penyidikan

Kesaksian bibi korban

Bibi korban bernama Suyati (46) membenarkan kedua keponakannya memakan daun sawit.

"Begitu tiba di kebun sawit, keponakan saya sedang memakan daun," katanya dikutip dari TribunLampung.co.id, Rabu (3/8/2022).

Suyati melanjutkan ceritanya, saat kejadian tidak bisa berbuat banyak.

Ia menilai dalam posisi tersebut keponakannya juga bersalah.

Meskipun demikian, Suyati meminta keadilan kepada pemilik kebun.

Terlebih kini A dan F mengalami trauma.

"Keponakan saya sampai sakit perut dan demam setelah itu. Entah karena makan daun atau ketakutan," tandas Suyati.

Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Minta Para Pelaku yang Paksa Bocah SD di Tasikmalaya Cabuli Kucing Disanksi

Seperti hewan ternak

Paman dan bibi bocah yang dipaksa makan daun di Lampung Selatan.
Paman dan bibi bocah yang dipaksa makan daun di Lampung Selatan. (Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

Paman korban Yamadi (49) menilai tindakan Kam berlebihan dengan memaksa A dan F untuk memakan daun sawit.

Bahkan menyamakan keponakannya diperlakukan seperti hewan ternak.

"Sama saja seperti hewan ternak, dipaksa makan daun," beber Yamadi.

Yamadi menyebut, ia sebetulnya siap bertanggungjawab jika keponakannya merusak tanaman sawit milik Kam.

Tapi Kam tidak memberi tahu kejadian ini ke keluarga A dan F.

"Apabila ada kerusakan tanaman, (kami) harus ganti rugi," tegas Yamadi.

Baca juga: Bocah SD Dirudapaksa Ayahnya di Lampung, Korban juga Dipaksa Layani Teman Pelaku untuk Lunasi Utang

Kepala desa turun tangan

Kepala Desa Karya Mulyasari, Warno membenarkan kejadian ini.

Ia baru mendapatkan laporan dari keluarga A dan F pada Minggu (31/7/2022) lalu.

Terkait masalah ini, pihak desa akan mempertemukan keluarga kedua bocah dan pemilik kebun.

"Sangat disesalkan ini bisa terjadi. Kita akan dipanggil semua pihak, agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi," ucap Warno, dikutip dari TribunLampung.co.id.

Sementara itu, Kam selaku pemilik kebun sawit membantah dirinya memaksa A dan F memakan daun.

Ia menyebut kedua bocah memakan daun karena keinginan mereka sendiri.

"Tidak ada paksaan untuk memakan daun sawit," ucap Kam menjawab tudingan.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunLampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

Berita lainnya seputar Kabupaten Lampung Selatan.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan