Anggota Polrestabes Medan yang Siksa Tahanan hingga Meninggal Segera Diadili

Pengadilan Negeri Medan segera mengadili Aipda Leonardo Sinaga, personel Polrestabes Medan yang disebut sempat ikut siksa tahanan sampai meninggal.

Editor: Erik S
Istimewa
(Ilustrasi Polisi) Pengadilan Negeri Medan segera mengadili Aipda Leonardo Sinaga, personel Polrestabes Medan yang disebut sempat ikut siksa tahanan sampai meninggal. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Pengadilan Negeri Medan segera mengadili Aipda Leonardo Sinaga, personel Polrestabes Medan yang disebut sempat ikut siksa tahanan sampai meninggal.

Menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Medan, Simon, berkas Aipda Leonardo Sinaga sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan.

Baca juga: Kasus Pemalsuan Tutup Galon Air Minum, Polres Cilegon: Ada Indikasi Oknum Orang Dalam

Pelimpahan berkas Aipda Leonardo Sinaga itu dilakukan bersamaan dengan tersangka lainnya. 

"Sudah kami limpahkan untuk perkara Leonardo dan kawan-kawan. Tanggal 18 Agustus 2022 dijadwalkan sidang pertama digelar agenda pembacaan dakwaan," kata Simon, Senin (8/8/2022).

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, JPU Pantun Marojahan Simbolon mendakwa Aipda Leonardo Sinaga dengan Pasal 170 ayat (2) Ke-3 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana. 

Kemudian, subsidair Pasal 368 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana.

Ketiga pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana.

Dalam perkara ini baru satu terdakwa yang diadili dan divonis bersalah.

Ia adalah Hisarma Pancamotan Manalu.

Baca juga: Tuntut Kasus Pembunuhan Brigadir J Dituntaskan, Karangan Bunga Save Polri Mulai Banjiri Mabes Polri

Pada Kamis (30/6/2022) lalu, Hisarma sudah divonis 8 tahun penjara.

Hisarma Pancamotan dinilai telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 170 ayat (2) Ke-3 KUHPidana, sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, adapun keenam calon terdakwa lainnya yakni Tolib Siregar alias Randi, Wily Sanjaya alias Aseng Kecil, Nino Pratama Aritonang, Hendra Syahputra alias Jubal, Juliusman Zebua, Andi Arpino segera dihadapkan ke persidangan.

Dalam dakwaan JPU untuk Hisarma Pancamotan Manalu disebutkan, bahwa perkara penganiayaan yang menewaskan tahanan Polrestabes Medan bernama Hendra Syahputra ini bermula pada bulan November 2021 lalu.

Saat itu, saksi Andi Arpino yang merupakan Kepala Blok (Kablock) dipanggil oleh Leonardo Sinaga selaku penjaga Piket Rumah Tahanan Polrestabes Medan, kemudian saksi Andi mengantarkan korban Hendra ke Blok G. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved