Sabtu, 25 April 2026

Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab di Bantul Belum Selesai, Begini Kata Pemda DIY

Pemerintah Daerah DIY masih mengusut kasus dugaan pemaksaan penggunaan jilbab terhadap seorang siswi di SMAN 1 Banguntapan Bantul. 

Editor: Erik S
KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO
Pemerintah Daerah DIY masih mengusut kasus dugaan pemaksaan penggunaan jilbab terhadap seorang siswi di SMAN 1 Banguntapan Bantul.  

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah DIY masih mengusut kasus dugaan pemaksaan penggunaan jilbab terhadap seorang siswi di SMAN 1 Banguntapan Bantul

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan saat ini tim investigasi tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang sama-sama mengusut kasus tersebut menyinkronkan hasil temuan. 

Baca juga: Buntut Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab, Pemkot Yogyakarta Ingatkan Sekolah Terkait Seragam

Di antaranya dengan Ombudsman Perwakilan DIY maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Pihak-pihak yang melakukan investigasi kan banyak. Supaya nanti ada sinkronisasi data, saya kira itu penting," kata Aji sat ditemui di kantor DPRD DIY, Senin (8/8/2022). 

Aji menjelaskan, upaya pengusutan ini dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak. 

Adapun Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga DIY fokus mengusut dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Aparatur Sipili Negara (ASN) yakni kepala sekolah dan tiga oknum guru. 

"Oleh dinas jelas kaitannya dengan disiplin pegawai. Lalu kita juga fokus bagaimana supaya anak dapat segera ada pemulihan terhadap trauma anak supaya dia bisa segera belajar dengan baik," bebernya. 

Pemda DIY tidak mematok target terkait waktu penyelesaian investigasi.

Baca juga: Terungkap Rekaman CCTV Saat Siswi SMAN 1 Banguntapan Bantul Diduga Dipaksa Menggunakan Jilbab

Namun Aji memastikan bahwa hasil pengusutan akan diumumkan minggu ini. 

Penyelesaian kasus perlu dilakukan secepatnya agar situasi kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Banguntapan dapat kembali normal. 

Selain itu, korban dugaan pemaksaan juga diharapkan dapat kembali pulih dan mengikuti kegiatan pembelajaran seperti sediakala. 

Meski demikian, Aji enggan membeberkan hasil pengusutan sementara yang dilakukan oleh tim.

Baca juga: KPAI dan Kemendikbudristek Tangani Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab Siswi SMA di Bantul

Pihaknya meminta masyarakat menunggu sampai proses pengusutan selesai.

"Guru dan kepala sekolah sedang mengikuti prosedur pemeriksaan kan sudah diberhentikan dari tugasnya dulu. Saya kira sudahlah kita tunggu hasilnya nanti. Setelah itu baru kita sampaiakan hasilnya," katanya. (*)

Penulis: Yuwantoro Winduajie

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kabar Terbaru Dugaan Pemaksaan Berjilbab di SMAN 1 Banguntapan, Ini yang Dilakukan Tim Investigasi

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved