Penjelasan TNI AD Terkait Pratu RW yang Dikeroyok Sejumlah Orang di Salatiga: Satu Orang Tewas

Pratu RW saat itu membonceng istrinya yang sedang hamil enam bulan dan disenggol mmobil

Editor: Erik S
Ist/tribun jambi
(Ilustrasi) Pratu RW, personel Yonif MR 411/6/2 Kostrad Salatiga, Jawa Tengah dikabarkan menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang, Jumat (2/9/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG- Pratu RW, personel Yonif MR 411/6/2 Kostrad Salatiga, Jawa Tengah dikabarkan menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang, Jumat (2/9/2022).

Pratu RW saat itu membonceng istrinya yang sedang hamil enam bulan.

Baca juga: Tak Terima Ditegur Saat Berduaan dengan Cewek, Pria di Cirebon Ajak Teman Lakukan Pengeroyokan

Satu pelaku pengeroyokan meninggal dunia setelah diamankan sejumlah teman-teman Pratu RW.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan saat terjadi pengeroyokan, istri Pratu RW Panik dan melaporkan kejadian ke Whatsapp (WA) grup leting suaminya.

Rekan Pratu RW pun menangkap lima pelaku pengeroyokan.

Sebelumnya dikabarkan, AWP (32), warga Temanggung meninggal sesuai melakukan pengeroyokan terhadap anggota TNI di Salatiga, Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 13.40.

AWP bersama empat temannya diduga melakukan pengeroyokan terhadap Pratu RW anggota Yonif MR 411/6/2 Kostrad Salatiga.

Kasus pengeroyokan anggota TNI ini ditangani Denpom IV/3 Salatiga berkoordinasi dengan Polres Salatiga.

Baca juga: Sosok Tri Fajar Firmansyah, Suporter PSS Sleman yang Meninggal Setelah jadi Korban Pengeroyokan

"Kejadian ini sedang ditangani oleh Denpom IV/3 Salatiga yang berkoordinasi dengan pihak Polres Salatiga untuk proses lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam siaran pers, Jumat (2/9/2022).

Pratu RW mengalami luka-luka dan bengkak pada bagian wajah serta harus dirawat di RST Dr. Asmir Salatiga, setelah dikeroyok oleh lima pemuda bertato dan dalam pengaruh minuman keras di Pasar Blauran Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat,(2/9/2022) membenarkan terjadinya pengeroyokan terhadap Pratu RW oleh lima pemuda yang diduga preman tersebut.

Kadispenad menyampaikan bahwa kejadian tersebut berawal saat Pratu RW yang membonceng istrinya, D yang sedang hamil 6 bulan menuju Pasar Blauran.

Di perjalanan keduanya diserempet kendaraan Pickup Suzuki Carry yang dikendarai sdr. Argo Wahyu Pamungkas (AWP) beserta 4 orang temannya.

Baca juga: Dokter Perempuan di Medan Jadi Tersangka Karena Aniaya Bayi Tetangganya: Begini Penjelasan Polisi

"Pratu RW sempat dibentak, namun yang bersangkutan tidak menghiraukan dan sesampainya di Pasar Blauran, Pratu RW dihentikan oleh sdr. Argo Wahyu Pamungkas serta melakukan pengeroyokan bersama keempat temannya tersebut," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved