Warga Kotim Kalteng Lelah Rumahnya Kerap Terdampak Banjir, Berharap Ada Program Relokasi Rumah

Warga yang tinggal di Kotawaringin Timur merasa lelah karena rumah yang dihuni kerap terdampak banjir, mereka berharap program relokasi rumah.

Editor: Dewi Agustina
KOMPAS.com / RADITYA HELABUMI
ILUSTRASI BANJIR - Warga yang tinggal di Kotawaringin Timur merasa lelah karena rumah yang dihuni kerap terdampak banjir, mereka berharap program relokasi rumah. 

TRIBUNNEWS.COM, SAMPIT - Warga yang tinggal di Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) berharap pemerintah menyiapkan program relokasi rumah.

Mereka merasa lelah karena rumah yang dihuni kerap terdampak banjir karena berada di wilayah rawan banjir.

Seperti yang terjadi beberapa hari terakhir.

Mereka berharap pemerintah melakukan relokasi atau memindahkan permukiman ke lokasi yang bebas dan aman dari banjir.

Baca juga: Warga Kebon Pala Jakarta Timur Terendam Banjir Setinggi 2 Meter Sejak Subuh Tadi

Banjir tak hanya mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat, tapi juga kebutuhan vital berupa air bersih.

"Kami harap ke depannya kalau bisa permukiman warga yang rawan banjir ini dipindah ke lokasi yang lebih aman, karena setiap tahun pasti terdampak," ungkap Kepala Desa Kabuau, Andi Lala, Minggu (18/9/2022).

"Yang paling sulit kalau sumur-sumur terendam, sedangkan sumber air bersih masyarakat disini mengandalkan dari sumur," ujarnya.

Andi menuturkan, bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan semacamnya yang diberikan pemerintah bagi warga yang terdampak banjir memang sangat berarti. Namun, itu hanya sebagai solusi sementara.

Sedangkan, masyarakat pada dasarnya membutuhkan solusi jangka panjang agar warga tidak lagi mengalami kesulitan yang berulang setiap kali musim rawan banjir.

"Bantuan logistik memang dibutuhkan masyarakat, tapi ini hanya solusi jangka pendek. Kami butuh solusi jangka panjang, dibuatkan tempat yang memadai agar masyarakat bisa hidup dengan tenang dan aman," ucapnya.

Desa Kabuau merupakan satu dari sekian banyak desa di Kotim yang rawan banjir.

Sekitar 7 RT di desa tersebut yang kerap terdampak banjir, dengan jumlah rumah mencapai 150 lebih.

Kondisi terparah biasanya terjadi di RT 01 yang berada di pinggiran sungai, dengan total rumah mencapai 65 unit.

Baca juga: Hujan Deras Hingga Malam Hari, Berikut Daftar 10 Titik Banjir di Kota Tangerang, Tak Ada Korban Jiwa

Banjir di RT 01 bisa mencapai 1,5 meter dari permukaan jalan, diharapkan jika ada relokasi maka warga di lokasi paling rawan diutamakan untuk relokasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved