Minggu, 31 Agustus 2025

Gempa Berpusat di Cianjur

Cerita Korban Gempa Cianjur yang Tertimbun Runtuhan Bangunan Madrasah, Alami Patah Tulang Kaki

Inilah cerita salah satu korban selamat yang empat jam tertimpa reruntuhan gedung madrasah

Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Kondisi Pondok Pesantren di Kampung Garogol Desa Cibulakang, Kecamatan Cugenang yang ambruk usai diguncang gempa bumi. (Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi) 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu korban selamat dari timbunan reruntuhan gedung Madrasah bagikan ceritanya.

Nurhayati (27) saat gempa terjadi, ia sedang berada di gedung Madrasah.

Ia bersama warga sedang melakukan pengajian.

Saat gempa terjadi, gedung terasa goyang.

Saat ingin berdiri, bangunan langsung runtuh dan menimpa Nurhayati.

"Setelah madrasah runtuh, di sana masih terasa goyang terus sebentar-sebentar. Tapi kalau madrasah pas sekali goyang langsung ambruk," ucap Nur.

Baca juga: Tujuh Guru dan Kepala Sekolah TK Masih Tertimbun Longsor di Jalan Puncak Cianjur

Warga yang sedang mengaji berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan Nurhayati terjebak di gedung selama beberapa jam.

"Saat itu jemaahnya banyak, ada yang menyelamatkan diri keluar. Tapi kalau saya terjebak (tertimbun) di dalam dari jam 2 siang sampai jam 6 magrib," kata Nur seperti yang dilansir Kompas.com.

Setelah empat jam terjebak, Nuryahati berhasil dievakuasi oleh warga dan relawan.

Atas musibah tersebut, Nurhayati mengalami luka lecet sekujur tubuh dan patah tulang kaki.

Tangis Sandi, Anak dan Istri Tertimbun Longsor

Kisah pilu dialami oleh Sandi, warga Cianjur.

Anak dan istri Sandi tewas tertimbun longsor di rumahnya.

Istri beserta anak Sandi saat terjadi gempa sebenarnya sudah bisa menyelamatkan diri.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan