Minggu, 3 Mei 2026

Ibu di Surabaya Bunuh Bayinya yang Baru Lahir 2 Hari

MDN diketahui telah memiliki tiga orang anak, dengan suaminya asal Jombang

Tayang:
Editor: Erik S
net
(Ilustrasi) Bayi laki-laki berusia 2 hari dibunuh dan dibuang ibunya di Jalan Menanggal V, Gayungan, Surabaya, pekan lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA- Bayi laki-laki berusia 2 hari dibunuh dan dibuang ibunya di Jalan Menanggal V, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Ibu anak tersebut diketahui MDN (33) warga Bengkulu.

Baca juga: Fakta Sopir Bunuh Majikan di Sunter: Sakit Hati karena Sering Disalahkan, Ingin Kuasai Harta Korban

MDN diketahui telah memiliki tiga orang anak, dengan suaminya asal Jombang, Jatim, yang menikahinya secara siri.

MDN diketahui telah bercerai dengan suami sahnya yang pertama di Bengkulu, tempat asal kelahirannya.

Kapolsek Gayungan Polrestabes Surabaya Kompol Suhartono mengatakan, tersangka melahirkan bayinya itu seorang diri, di dalam kamar mandi dalam kosannya, sekitar pukul 21.30 WIB Kamis (8/12/2022).

Setelah membersihkan bayinya. Tersangka sempat memberikan asupan susu asi di dalam kamar tidur di dalam kosannya.

Tak lama kemudian, tersangka membekap hidung dan mulut bayi yang baru saja beberapa menit lalu dilahirkannya, menggunakan tangan kanannya.

Hingga akhirnya sang jabang bayi yang tubuhnya masih berwarna merah itu, tak bergerak atau tewas.

Baca juga: Sambil Menangis, Ferdy Sambo Perintahkan Richard Eliezer Bunuh Brigadir J Karena Kurang Ajar

"Suaminya enggak tahu (istri melahirkan). Karena pulang malam. Ngaku kepada suaminya yng melihat darah; mengaku kalau pendarahan aja," katanya di Mapolsek Gayungan, Jumat (16/12/2022).

Guna menghilangkan jejak dan keberadaan jasad bayinya itu. Suhartono menerangkan, tersangka memasukkan tubuh sang bayi ke dalam wadah tas jinjing warna merah.

Lalu meletakkan tas tersebut ke dalam keranjang tempat biasa dirinya meletakkan pakaian. Dan menutupinya dengan tumpuka pakaian.

Setelah itu dia menyimpan jasad bayinya sendiri. Tersangka akhirnya membuang jasad bayinya itu ke sebuah warung makan Jalan Menanggal V, Gayungan, Surabaya, pada Sabtu (10/12/2022) pagi.

Baca juga: Respon Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar, Yudo Margono Bakal Perkuat Program Deradikalisasi

Berdasarkan perhitungan jarak menggunakan fitur penunjuk lokasi maps situs Google. Jarak kosan tersangka dengan lokasi warung tempat dirinya membuang jasad tersebut, sekitar 500 meter, atau dengan waktu tempuh dua menit berkendara motor.

Tersangka, lanjut Suhartono, menuju lokasi tersebut untuk membuang jasad bayinya yang terbungkus buntalan kain dalam kantung kresek putih itu, mengendarai sepeda angin berwarna hitam miliknya.

"Mayat dibuang sendiri naik sepeda ontel (sabtu)," jelasnya.

Cara tesangka sembunyikan kehamilan

Suhartono mengungkapkan, tersangka selalu berdalih kepada sang suami bahwa kondisi perutnya yang membesar itu, karena terjadi pembekakan pascamenjalankan program Suntik KB selama tiga bulan dan mengonsumsi pil KB.

Bahkan, saat sang suami sempat melihat beberapa bekas bercak darah di dalam kamar mandi. Tersangka lantas berdalih bahwa dirinya sedang mengalami pendarahan normal sebagai haid, bulanan.

"Kalau kata tetangga mereka. Si suami dia warga Jombang yang memang kerap takut kepada istrinya (istri dominan)," terangnya.

Baca juga: Kisah Tragis Siswi SMA di Medan Tewas Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Sumur Karena Menolak Cinta

Sedangkan, dalih yang digunakan tersangka kepada para tetangga kosannya yang acap menemuinya saat beraktivitas di luar kosan.

Suhartono menambahkan, tersangka akan berdalih bahwa membesarnya perutnya itu akibat penyakit tumor yang telah diidapnya bertahun-tahun.

"Kalau ditanya tetangga-tetangganya, dia ngaku enggak hamil, tapi tumor. Dengan alasan itu," pungkasnya.

Sementara itu, tersangka MDN mengaku, dirinya membekap saluran pernapasan bayinya dengan telapak tangannya.

Lalu setelah memastikan bayinya telah tewas. Ia lantas menyimpan jasad bayinya itu ke dalam keranjang tumpukan pakaian.

Setelah dua hari disimpan. MDN mengatakan, dirinya seorang diri membuang jasad bayinya itu di lokasi area depan teras sebuah warung.

"Iya di rumah (melahirkan dan bunuh bayinya). Di keranjang pakaian. Selama 2 hari (simpan mayat)," ujar MDN saat diinterogasi oleh Kapolsek Gayungan Kompol Suhartono.

Penulis: Luhur Pambudi

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Ibu di Surabaya Bekap Bayinya hingga Tewas, Simpan Jasadnya di Keranjang hingga 2 Hari

Sumber: Kompas TV
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved